HRIS

Penilaian 360 Derajat (Curhat mode on)

Posted on Updated on

Ini pengalaman penulis disuatu instansi BUMN yang menerapkan penilaian kinerja. Untuk penilaian kompetensi dilakukan penilaian 360 derajat. Artinya seorang akan dinilai oleh diri atasan,rekan sekerja (peer) dan bawahan.

Singkat cerita, penilaian dilakukan. Seseorang menilai orang tergantung jabatannya. Jika tidak mempunyai bawahan maka dia hanya menilai atasan dan rekan sekerja. Masalahnya timbul jika seseorang mempunyai bawahan banyak dan rekan sekerja/satu level yang banyak juga. Akhirnya ada seseorang yang banyak orang ūüėÄ

Akhirnya disepakati dibatasi, seorang hanya menilai rekan sekerja sebanyak 2 orang dan atasan juga dinilai maksimal oleh 2 orang bawahannya. Dan sistem akan memilah secara acak. Jadi yang dinilai tidak tahu periode ini akan dinilai oleh siapa.

Setelah satu bulan pelaksanaan ternyata tingkat partisipasinya hanya 50% dengan alasan terlalu sibuk jika harus melakukan penilaian ke banyak orang. Akhirnya disepakati lagi hanya atasan-bawahan. Ternyata banyak juga atasan yang tidak melakukan penilaian¬† dan rata-rata bawahan yang melakukan penilaian ke atasan, baik-baik semua ūüėÄ

Akhirnya dirubah lagi..penilaian dilakukan satu arah. Atasan hanya menilai bawahannya saja. ternyata gak jalan juga he..he.

Iklan

Ketika IT dan HR bersatu

Posted on Updated on

Apa bedanya antara HR dan IT? Di dalam HR, objectnya adalah manusia sedangkan IT objectnya adalah benda mati (Komputer,Kabel dll). Itu Benar! Tetapi  ada  perbedaannya juga dalam hal implementasi proyek , yaitu IT relative lebih mudah dalam hal proses implementasinya dibandingkan HR.Kenapa? ya karena objectnya manusia tadi.

Mendesain dan membuat software untuk skala Enterprise sangatlah tidak mudah, banyak tantangan (dari segi teknis) yang harus dihadapi tetapi proses implementasinya lebih mudah. Keyboard  tidak akan marah kalo dibanting,  Monitor tidak akan cemberut kalau kita ngomel-ngomel didepannya. Tetapi HR? salah sedikit bisa meruntuhkan motivasi seseorang bahkan  dapat didemo ribuan orang.

Lalu Persamaannya?IT dan HR masih dianggap object pelangkap penderita disebagian besar organisasi. IT dan HR adalah beban yang tidak mempunyai kontribusi langsung ke pendapatan perusahaan. Walaupun semua bilang intangible asset alias asset yang tidak nampak itu lebih berperan besar dalam hal kemajuan suatu organisasi tetapi apa buktinya?

The Power of Web 2.0

Semua orang setuju bahwa asset terbesar dalam suatu perusahaan adalah manusia dan IT adalah sebagai urat nadinya.Tetapi pertanyaannya lagi manusia yang seperti apa sehingga disebut sebagai asset? IT seperti apa yang dapat menjadi urat nadi bagi suatu perusahaan?.

HR dan IT sebenarnya adalah dua hal yang saling melengkapi,karena ada tiga hal yang dapat membuat program IT itu terasa berguna yaitu melibat kan data yang besar,menggunakan perhitungan yang rumit dan yang  terakhir sebagai sarana komunikasi. Dari ketiga factor tersebut semuanya ada di HR.

  1. Melibatkan data yang besar
  2. Suatu program kecil yang sederhana sekalipun akan terasa berguna kalau melibatkan data yang besar. Contohnya kalau anda mempunyai buku dengan jumlah dibawah 50 buah mungkin program pencarian  dikomputer kurang anda rasakan manfaatnya, tetapi bayangkan kalo jumlah buku anda sudah mencapai 5000 buah pasti beda rasa.

  3. Menggunakan perhitungan yang rumit.
  4. Apa bedanya otak manusia dan processor? Sebenarnya keunggulan processor dengan otak manusia itu hanya dalam hal kecepatan memproses data saja.  Jadi kalo ada yang bilang computer lebih pinter dari manusia adalah bohong besar. Yang membuat computer pinter yang orang juga. Ya orang-orang seperti sayalah..-:).

  5. Sarana Komunikasi
  6. Ini adalah salah satu peran terpenting kehadiran teknologi IT di peradapan manusia. Perkembangan IT telah mengubah cara orang berkomunikasi. Sekarang orang dapat mendapatkan informasi atau mengirim informasi secara real time. Dapatkah anda hidup tanpa HP dan internet?

Jadi kesimpulannya mengapa tidak membawa keampuhan teknologi  Web 2.0 kedalam organisasi anda. Share goal, misi dan visi secara mudah. Share informasi ke seluruh karyawan secara realtime.

Jadi Kalo ditarik kesimpulannya lagi, apa jadinya kalo proyek HR dan IT dijadikan satu yaitu prosesnya membuatnya susah dan proses implementasi lebih susah lagi (mampus deh gue…!!!).