General

Rumus Fisika Hukum Persamaan Wanita

Posted on

rumus persamaan wanita

Iklan

Kalo Aku jadi Presiden…

Posted on

Jika aku jadi Presiden, akan aku sewakan separuh wilayah indonesia ke negara lain supaya rakyat indonesia tidak perlu bayar pajak lagi.Cukup dari hasil menyewakan tanah dana APBN sdh terpenuhi semua.

Sekolah gratis alias tidak perlu, yang mau sekolah silahkan sekolah, yang nggak mau sekolah silahkan, negara tidak maksa. Yang penting rajin MENCONTEK. motto pendidikan akan dirubah menjadi “MENCONTEK MENJALIN PERSATUAN DAN KESATUAN”. Setelah itu saingi Cina. Contek produk2 terbaik di dunia dan bikin di indonesia. Ingatlah bahwa nenek moyang kita ada seorang pembajak (sawah!!!).Masa kalah dengan Cina.

Biaya pengobatan gratis, karena obat yang digunakan adalah hasil rendaman air dari batunya Ponari.

Untuk Pertahanan dan Ketahanan Nasinal akan dibentuk angkatan kelima selain TNI dan POLRI yaitu TKI DAN TKW DIPERSENJATAI!!! kemudian kirim ke negara tetangga kita. Jika Ada negara tetangga kita bikin masalah dengan mengklaim sesuatu yang menjadi hak kita. Kerahkan mereka semua. Tenang saja jumlah TKI dan TKW kita lebih banyak dari jumlah pasukan mereka.

RAM PUNJABI akan dijadikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan karena dia sdh terbukti berhasil me-edukasi seluruh keluarga Indonesia.

Ki Joko Bodo,Mama Laurent, Dedy Corbusier akan masuk ke Dewan Pertimbangan Agung.

KORUPSI akan dilegalkan, nanti setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan dan hak yang sama dalam hal korupsi. Korupsi adalah hak setiap warga negara dan akan dimasukan ke UUD.

Dan tentu saja INTERNET AKAN DIGRATISKAN supaya seluruh rakyat bisa ber chatting ria!!!!!

Welcome to My Company

Posted on Updated on

Apa kriteria seseorang dikatakan sukses? punya deposito jutaan dollar?. Aset property dimana-mana atau punya kekuasaan yang tidak terbatas? Ketika aku mendengar Bill Gates keluar dari Microsoft untuk mendirikan badan amal sempat berfikir ngapain Om Bill ini menghampurkan uang jutaan dollar. Pingin pamer atau bingung menghabiskan uangnya atau malah mau menebus dosa akibat praktek monopolinya?

Tetapi ketika dipikir-pikir apa yang dilakukan Om Bill Gates ada hal yang sangat tepat.Kerena apa? seseorang dikatakan sukses jika dia dapat melakukan pekerjaan yang membuat orang lain bahagia orang lain dan dirinya sendiri.Tidak heran pula ketika Paul Allen juga menghambur-hamburkan uang jutaan dollar hanya untuk riset pesawat biasa (bukan ulak-alik) agar bisa terbang diatas atmosfir bumi,

Jadi apa yang disukai oleh om Bill Gates ini? ya betuuullll bagi-bagi uang!!! Pertanyaaan selanjutnya pekerjaan apa yang bisa membahagiakan orang lain dan diri sendiri? bagi-bagi uang!!!!!???? Jawabnya salah!!!. Lalu jawabnya apa?.ya cari sendiri saja.Tanyakan ke kata hatimu he.he..yang jelas bukan (gi**lo)

Cerita bagaimana Google mengelola karyawan-karyawannya atau James Goodnight (CEO Sas Software) dalam mengelola perusahaannya sungguh cerita yang sangat menginspirasi. Karyawan adalah aset besar bagi mereka. Kerja adalah suatu kesenangan. Mereka menciptakan kerja adalah sama dengan bermain. Mereka suasana menciptakan kegembiraan disuasa kerja mereka.Bisa dibayangkan kalo mereka kerja 8 jam sehari dan pekerjaan tersebut tidak mendatang kebahagiaan di hati mereka. Sungguh kasihan mereka semuanya.

Di perusahaanku nanti, akan kupegang teguh aturan ini. WORK=PLAY dan PLAY=HAPPY. Jadi kesimpulannya adalah WORK=HAPPY. Apa yang diperlukan mereka untuk membuat selalu gembira akan disediakan. Kerja dan hobby akan bisa dilakukan bersma-sama.Jika karyawanku punya hobby main musik maka akan aku sediakan ruang buat buat masin musik.Jika sewaktu-waktu pusing bisa menyalurkan stress dengan main musik.Perlengkapan Olah raga harus ada, duduk berjam-jam dan kurang gerak secara langsung bisa mengganggu produktifitas.Tempat hiburan akan aku sediakan juga. Mini Theater, Bar dan ruang karoke akan disediakan juga. Film-fim terbaru selalu ada, cemilan gratis dan setiap karyawanku dapat service pijat gratis tiap minggunya. Tugas karyawanku adalah bekerja secara maksimal. Mencari ide-ide baru untuk mengembangkan produk.

Apakah ini yang dinamakan krisis 30? Ada cerita ketika seorang programmer menginjak usia 30 tahun ada kecenderungan produktifitas dalam menulis kode akan menurun. Mungkin itu akumulasi kejenuhan kerja yang selama ini dijalani.

Bagaimana dengan saya? Saya tidak jenuh menulis kode cuma menyadari bahwa banyak orang yang dapat menulis kode lebih baik dari saya. Saya juga menyadari banyak orang-orang yang lebih muda dari saya dengan talenta yang bagus tetapi tidak terasah dengan baik. Saya cuma memberi mereka kesempatan mereka yang muda-muda untuk berkarya. Saya cuma mengumpulkan mereka, mengelola mereka. Yang bisa saya lakukan untuk mereka adalah cuma berbagai mimpi yang ada diotak saya. Berbagai visi dengan mereka, akhirnya saling bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita yang direncanakan bersama.

So, Welcome to my company!

Steve Jobs “Saya tetap bodoh!”

Posted on Updated on

steve-jobsFuneral Dream -: Steve Jobs (CEO of Apple Computer) Story- Funeral Dream –
I remember the first i wrote this. some inner voice inspired me to share with
other seekers. may be their experience, ur experience or my experience can be
inspired other people :)Saturday, September 22, 2007
Steve Jobs (CEO of Apple Computer) Story
Terjemahan dalam bahasa Indonesia (dapat dari milis id-mac, diposting oleh
Untung Wijaya)

Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama di salah satu
universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah. Bahkan
sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam upacara wisuda. hari ini
saya ingin berbagi tiga cerita dalam kehidupan saya. Hanya itu, tidak lebih.
Hanya tiga cerita.

Cerita pertama adalah mengenai menghubungkan titik-titik.
Saya putus kuliah dari Reed College setelah 6 bulan pertama, tapi saya tetap ada
di kampus selama 18 bulan berikutnya sebelum saya benar-benar berhenti. Jadi
kenapa saya keluar, Dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah seorang
mahasiswi muda dan tidak menikah, ia memutuskan untuk menyerahkan saya untuk
diadopsi. Ia sangat menginginkan agar saya diadopsi oleh lulusan universitas,
jadi semuanya sudah diatur agar saya akan diadopsi pada
saat lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Hanya saja, saat saya lahir,
mereka ternyata menginginkan seorang anak perempuan. Jadi orangtua angkat saya,
yang masuk dalam daftar tunggu, menerima telepon di tengah malam yang
menanyakan: “Kita ada satu bayi laki-laki, kalian mau” Mereka berkata, “Tentu
saja.” Di kemudian hari ibu kandung saya menemukan bahwa ibu angkat saya tidak
pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya tidak pernah lulus SMA. Ibu kandung
saya menolak menandatangani berkas akhir adopsi. Ia baru rela beberapa bulan
kemudian ketika orangtua angkat saya berjanji bahwa saya akan kuliah suatu hari
nanti.

Dan 17 tahun kemudian saya benar-benar masuk kuliah. Namun bodohnya saya memilih
tempat kuliah yang nyaris sama mahalnya dengan Stanford, dan seluruh tabungan
orang tua angkat saya habis untuk membiayai kuliah saya. Setelah enam bulan,
saya tidak dapat melihat arti kuliah ini.Saya tidak punya tujuan hidup dan tidak
mengerti bagaimana kuliah dapat
menolong saya memiliki tujuan hidup. Sedangkan saya sudah menghabiskan semua
uang orangtua saya yang telah mereka tabung seumur hidup. Jadi saya memutuskan
untuk keluar dan percaya semuanya akan beres. Cukup menakutkan juga saat itu,
tapi jika saya tengok kembali itu adalah salah satu keputusan terbaik yang
pernah saya buat. Begitu saya putus
kuliah saya dapat berhenti masuk kelas wajib yang tidak saya sukai, dan mulai
masuk ke kelas yang tampaknya menarik.
Tidak selamanya romantis sih. Saya tidak punya kamar asrama, jadi saya tidur di
lantai kamar teman saya, saya menukar botol coke di deposit 5 untuk membeli
makanan, dan saya akan berjalan sejauh 7 mil melintasi kota setiap minggu malam
untuk mendapatkan makan malam yang enak di
kuil Hare Krishna. Aku sangat menyukainya. Dan ternyata dengan menuruti rasa
ingin tahu dan intuisi, saya memperoleh hal yang berharga di kemudian hari. Ini
salah satu contohnya:

Reed College pada masa itu mungkin memiliki tulisan kaligrafi terbaik di negeri
ini.Di semua poster kampus, semua label di setiap laci, ditulis tangan dengan
kaligrafi yang indah. Karena saya sudah keluar dari kuliah dan tidak harus
mengambil kelas tertentu, saya memutuskan untuk mengambil kelas kaligrafi untuk
belajar caranya. Saya belajar tipe tulisan serif dan san serif, tentang
memvariasikan jumlah jarak antara kombinasi huruf yang berbeda, tentang apa yang
membuat para tipografis hebat menjadi hebat. Itu adalah sesuatu yang indah,
bersejarah, berseni, sedemikian rupa sehingga ilmu pengetahuan tidak
dapat menyamainya, dan menurut saya itu sungguh mengagumkan.
Tidak ada satupun yang sepertinya akan diterapkan dalam kehidupan saya. Namun
sepuluh tahun kemudian, ketika kami merancang komputer Macintosh pertama,
semuanya saya ingat kembali. Dan kami merancangnya di Mac. Itu adalah komputer
pertama dengan tipografi yang indah. Jika saya tidak ikut kelas itu di kuliah,
maka Mac tidak akan punya beragam tulisan atau huruf yang berjarak dengan
proporsional. Dan karena Windows hanya meniru Mac, sepertinya tidak ada PC yang
akan memiliki tipografi yang indah. Jika saja saya tidak pernah putus kuliah,
saya tidak akan pernah belajar di kelas kaligrafi ini, dan komputer pribadi
tidak akan
memiliki tipografi yang bagus seperti sekarang ini. Tentu saja tidak mungkin
menghubungkan titik-titik itu ke masa depan saat saya masih di kampus. Tapi
terlihat sangat, sangat jelas jika ditinjau sepuluh tahun kemudian. Sekali lagi,
kita tidak dapat menghubungkan titik-titik di masa depan; kita hanya dapat
menghubungkannya saat kita menengok ke belakang. Jadi kita harus percaya bahwa
titik-titik itu suatu saat akan terhubung di masa mendatang. Kita harus percaya
pada sesuatu – insting, takdir, kehidupan, karma, apalah. Pendekatan ini tidak
pernah mengecewakan saya, bahkan telah membuat semua perubahan dalam kehidupan
saya.

Cerita kedua saya adalah mengenai cinta dan kehilangan.
Apakah saya beruntung Saya menemukan apa yang saya sangat suka lakukan dalam
kehidupan lebih awal. Woz dan saya memulai Apple di garasi orangtua saya saat
usia saya 20 tahun. Kami bekerja dengan keras, dan dalam 10 tahun Apple telah
berkembang dari hanya kami berdua di garasi menjadi sebuah perusahaan senilai 2
milyar dollar dengan lebih dari
4000 pegawai. Kami baru saja meluncurkan karya terbaik kami – MacIntosh- setahun
yang lalu, dan saya baru saja berusia 30. Kemudian saya dipecat. Bagaimana bisa
kita dipecat dari perusahaan yang kita mulai. Hmm, seiring perkembangan Apple,
kami mempekerjakan seseorang yang saya
pikir sangat berbakat untuk menjalankan perusahaan dengan saya, dan semuanya
berjalan lancar di tahun-tahun pertama. Namun kemudian pandangan kami mengenai
masa depan mulai berbeda dan akhirnya kami saling bertentangan. Dewan direksi
memihak ia. Jadi pada usia 30 saya keluar. Dan itu sangat terbuka. Apa yang
telah menjadi fokus kehidupan
saya telah hila ng, dan itu sangat menyakitkan.Saya benar-benar tak tahu apa
yang harus dikerjakan selama beberapa
bulan. Saya merasa bahwa saya sudah mengecewakan generasi pengusaha sebelumnya –
bahwa saya telah menjatuhkan tongkat yang telah diserahkan kepada saya. Saya
bertemu DAvid Packard dan Bob Noyce dan mencoba meminta maaf karena telah
mengacaukan segalanya. Saya merasa sangat gagal di hadapan masyarakat, dan saya
bahkan berpikir untuk pergi dari
situ. Tapi sesuatu perlahan mulai terpikir. Saya masih mencintai apa yang telah
saya lakukan. Kejadian di Apple tidak merubah sedikitpun.Saya telah ditolak,
namun saya masih mencintainya. Jadi saya memutuskan untuk memulai lagi.

Saya tidak sadar saat itu, tapi ternyata dipecat dari Apple merupakan hal
terbaik yang pernah terjadi dalam diri saya. Beban berat menjadi sukses
digantikan dengan perasaan enteng menjadi orang baru lagi, menjadi kurang yakin
mengenai apa saja. Hal ini membebaskan saya untuk
memasuki salah satu periode paling kreatif dalam kehidupan saya.

Selama lima tahun berikutnya, saya memulai sebuah perusahaan bernama NeXT,
sebuah perusahaan lain bernama Pixar, dan jatuh cinta dengan seorang wanita luar
biasa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar berlanjut dengan menciptakan film
dengan fitur animasi komputer yang
pertama kali di dunia, Toy Storu, dan kini menjadi studio animasi paling sukses
di dunia. Dalam salah satu peristiwa yang luar biasa,Apple membeli NeXT, saya
kembali ke Apple, dan teknologi yang kamikembangkan di NeXT menjadi jantung
kehidupan Apple. Dan Laurene dan saya bersama-sama memiliki keluarga yang
bahagia.

Saya cukup yakin bahwa hal ini tidak ada yang akan terjadi jika saya tidak
dipecat dari Apple. Memang sebuah pil pahit buat saya, namun saya pilir memang
ini diperlukan. Terkadang kehidupan memukul kita dengan sangat keras. Jangan
hilang kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya
yang membuat saya terus bertahan adalah…………… saya mencintai apa yang
saya lakukan.
Kalian harus menemukan apa yang kalian cintai, dan satu-satunya
cara untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa adalah mencintai apa yang kalian
lakukan. Jika kalian belum menemukannya,teruslah mencari. Jangan menetap. Sama
seperti semua hal mengenai hati,kalian akan tahu saat kalian menemukannya. Dan
seperti hubungan yangindah, ini akan membaik seiring waktu.

Jadi teruslah mencari hingga kau temukan. Jangan menetap.

Cerita saya yang ketiga mengenai kematian.
Ketika saya berusia 17 tahun, saya membaca sebuah kalimat bijak yang bunyinya
seperti ini, “Jika kau menjalani tiap hari dalam hidupnya seakan itu adalah hari
terakhirnya, suatu akhir mungkin saja kau benar.” Ini sungguh mengesankan saya,
dan sejak saat itu, selama 33
tahun terakhir, saya memandangi cermin setiap pagi dan bertanya pada diri
sendiri, “Jika hari ini adalah hari terakhir dalam hidupku, apakah aku akan mau
melakukan apa yang akan aku lakukan hari ini” Dan setiap kali jawabannya adalah
“Tidak” terlalu lama selama beberapa hari, saya
tahu saya perlu mengubah sesuatu. Mengingat bahwa saya akan mati suatu saat
adalah hal yang paling penting yang saya temukan untuk menolong saya membuat
keputusan penting
dalam hidup. Karena hampir semuanya semua keinginan,semua kebanggaan, semua
ketakutan akan malu atau kegagalan – akan menjadi tidak penting dibandingkan
menghadapi kematian, sehingga hanya itu saja yang benar-benar penting. Mengingat
bahwa kalian akan mati merupakan cara terbaik yang saya gunakan untuk
menghindari perangkap pemikiran kalian
akan kehilangan sesuatu. Kalian sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak
menuruti kata hati.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosa mengidap kanker. Saya menjalani scan
pukul 7.30 pagi, dan tampqk jelas sebuah tumor di pankreas saya. Saya bahkan
tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter memberitahu saya bahwa hampir
dipastikan ini jenis kanker yang tidak dapat disembuhkan, dan harapan hidup saya
hanya enam bulan lagi. Dokter
saya menganjurkan saya pulang ke rumah dan membereskan urusan saya,sebenarnya
ini isyarat dokter untuk mempersiapkan kematian. Ini berarti mencoba memberitahu
anak-anak kita semuanya yang kita pikir baru akan dikatakan 10 tahun mendatang
dalam waktu hanya beberapa bulan kemudian. Ini berarti harus memastikan semuanya
sudah beres sehingga sebisa mungkin meringankan keluarga. Ini berarti ucapan
selamat tinggal. Saya hidup dengan diagnose itu sepanjang hari. Sore harinya
saya menjalani biopsi, dimana mereka memasukkan sebuah endoskopi melalui
tenggorokan, perut, usus, memasukkan jarum ke dalam pankreas, dan
mengambil beberapa sel dari tumor. Sewaktu itu saya dibius, namun istri saya,
yang saat itu hadir, memberitahu saya bahwa ketika para dokter memeriksa sel-sel
dengan mikroskop, mereka mulai berteriak karena ternyata sel-sel itu adalah
jenis kanker pankreas yang cukup jarang dan dapat disembuhkan melalui operasi.
Saya melalui operasi itu
dan baik-baik saja hingga saat ini.

Itu adalah saat terdekat saya menghadapi kematian, dan saya berharap hanya
itulah hingga beberapa dekade mendatang. Karena sudah melalui tahapan ini, saya
bisa lebih yakin mengatakan ini bahwa kematian adalah sebuah konsep yang berguna
namun murni intelektual.

Tidak ada yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin ke surga tidak mau
mencapainya dengan cara mati. Namun kematian adalah tujuan sama untuk kita
semua. Tidak ada yang bisa menghindarinya. Dan seperti itu seharusnya karena
Kematian mungkin merupakan satu-satunya penemuan terbaik dari Kehidupan. Itu
adalah agen perubahan Kehidupan. Ia
memberikan jalan untuk yang baru dengan menyingkirkan yang lama. Kali ini yang
baru adalah kalian, namun suatu hari tidak lama dari sekarang, kalian akan
menjadi tua dan disingkirkan. Maaf jika ini terdengar terlalu dramatis, namun
memang demikian.

Waktu kalian terbatas, jadi jangan habiskan dengan hidup dalam kehidupan orang
lain. Jangan diperangkap oleh dogma, yaitu hidup dengan hasil daya pikir orang
lain. Jangan biarkan opini orang lain mengaburkan suara hati kalian. Dan yang
terpenting, punyailah keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisimu.
Terkadang mereka sudah tahu kalian akan menjadi apa. Yang lainnya hanyalah
sampingan. Ketika saya masih muda, ada sebuah terbitan luar biasa bernama
Katalog
Seluruh Dunia, yang menjadi salah satu kitab suci generasi saya. Ini dikarang
oleh seseorang bernama Stewart Brand tak jauh dari sini di Menlo Park, dan ia
menghidupkannya dengan sentuhan puitisnya. Ini terbit akhir tahun ’60-an,
sebelum komputer pribadi dan penerbitan menggunakan desktop, jadi itu semua
dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Seperti Google dalam
bentuk buku 35 tahun sebelum

Google muncul: itu adalah hal idealis dan dilengkapi dengan alat bantu yang
keren dan catatan yang bagus. Stewart dan timnya mengeluarkan beberapa edisi
Katalog Seluruh Bumi,
dan ketika sudah beredar, mereka mengeluarkan edisi terakhir. Itu pertengahan
tahun ’70-an, dan saya seusia kalian. Di halaman belakang edisi terakhir mereka
ada sebuah foto mengenai jalan perkampungan waktu
dini hari, jalan yang mungkin kalian akan ikuti jika kalian suka berpetualang.
Di bawahnya ada kata-kata” :Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh.” Itu adalah pesan
perpisahan mereka sebelum mereka pergi.Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh. Dan saya
selalu berharap hal itu untuk saya sendiri. Dan sekarang, kalian sebagai lulusan
baru, saya mengharapkan itu untuk kalian.Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh.

Fight Against the Giant..

Posted on Updated on

Suart dibawah ini adalah pernyataan dari Castle Project Team untuk Microsoft tentang rencana mereka akan mengeluarkan MVC Pattern untuk web application. Bagaimana nasib web form setelah model MVC di pake untuk ASP.NET? mungkin hanya Tuhan dan Microsoft yang tahu 😀 ? saya belum pernah nyoba LINQ dan ADO.NET Entity Manager. Saya sudah nyaman dengan ActiveRecord dan untuk Web Development saya jelas pilih MonoRail. Lebih jelas lagi saya pilih Castle Project!!!

Regarding the Microsoft MVC

To The .Net Community,

You are probably wondering how the recently announced Microsoft MVC project will compete with Castle’s MonoRail.

We think that any attempt to offer more productive tools, better testability and better separation of concerns is valuable, no matter who is the author. We are certainly pleased to see that Microsoft is delivering something that allows a more agile and productive type of web software development.

We also believe that MonoRail has been providing the same thing for the past two and half years, and will continue to do so. We’re grateful that MS has chosen to offer integration points for Monorail and the Castle stack and as soon as it’s available we will be working to integrate it with the rest of our projects.

Is MS’ MVC better? Worse? Only once we have used both will we be able to tell.

Yours sincerely,
The Castle Project PMC

 

Bagaimana orang HR memandang kita?

Posted on Updated on

Selama ini untuk sebagian orang HR, orang IT adalah orang dengan risk yang cukup tinggi, terkenal tidak pernah akur dengan sesama tim, ego yang tinggi dan terkenal pula sering pindah kerja. Dan sebaliknya sebagain rekan-rekan kita sesama IT (programmer) memandang orang HR tidak akan dapat menilai pekerjaan mereka karena pekerjaan mereka terlalu teknis. Mereka tidak akan pernah bisa menilai kinerja para programmer karena orang-orang HR tidak tahu bahasa pemrograman dan tidak tahu apa yang dikerjakan para programmer.

 

Bagaimana orang HR memandang kualitas programming skill seseorang? Dalam buku yang berjudul “Perfect Phrases for Performance Reviews karangan Douglas Max & Robert Bacal, mereka menggolongkan programming skill ke dalam 5 katagori yaitu Outstanding, Exceeds Expectations, Meets Expectations, Need Improvement dan Unacceptable. Dengan masing-masing katagori mempunyai criteria sebagai berikut.

 

Outstanding

 

Others can easily understand and alter code written

 

Instruct and help other programmer

 

Has developed innovative ways to reduce computer load

 

Solicits feedback on own work

Exceeds Expectation

 

Creates excellently documented code

 

Created tight, efficient code

 

Works well with minimum supervision

 

Provides suggestions to analysts when needed

 

Can work long hours when required to finish project

Meets Expectations

 

Follows company coding procedures for coding

 

Formats code well

 

Debugs own code well before sending it on

 

Competent in needed programming languages

 

Follows system analyst’s specification

 

Clarifies specification when needed

Needs Improvement

 

Documentation sparse or difficult to understand

 

Confused programming with system analysis

 

Program accurately but slowly

 

Lacks depth of understanding of programming language

 

Needs upgrading in program testing

Unacceptable

 

Changes code without telling anyone

 

Alters program specifications without consulting with client

 

Code has many bugs

 

Consistently misses deadlines

 

Has caused project delays in past year

 

Has difficulty working with [ programming language ]

 

Has not improved in last two years

 

 

Ok! Sekarang kita tahu dimana posisi kita sekarang dari kacamata orang HR.

Belajarlah Sampai Ke Tanah Jawa…

Posted on Updated on

Tulisan ini pernah ak posting di blogs.netindonesia.com. Menurut saya ini adalah tulisan paling fair tentang “Java Vs .NET” :). Teknologi Java memang monumental,dan telah berkembang lama,tetapi tidak bisa dipungkiri juga, .NET datang dengan segala kelebihan dan kemudahannya..hasil akhirnya terserah anda. selamat menikmati tulisan ini!

Belajarlah sampai ke negeri Cina”,petuah ini pernah disabdakan oleh Nabi Muhammad kepada umatnya,ketika beliau terkagum-kagum dengan porselin dari cina yang dibawa oleh salah seorang sahabatnya. Melihat kemajuan kebudayaan Cina pada waktu itu,rasul kemudian memberi petuah tersebut.

“Belajarlah sampai ke Jawa”,saya rasa pantas pula untuk diserukan kepada para penganut madzab .NET platform. Tidak bisa dipungkiri kebudayaan Jawa lebih dahulu berkembang dari pada .NET. para penganutnya telah bertahun-tahun melakukan komunikasi dengan bahasa Jawa untuk kegiatan sehari-hari. Bermacam-macam persoalan bisa diselesaikan dengan bahasa ini dengan cantik oleh para warganya. Lihat saja, walaupun design pattern karanganya empu GoF ditulis dengan bahasa C++ atau Smalltalk tetapi berkembang dengan indah jika diucapkan dalam bahasa Jawa

Pengalaman pribadi,kitab-kitab yang berbahasa Jawa lebih membantu dalam mempelajari bahasa .NET daripada kitab-kitab .NET yang rata-rata masih mengajarkan cara pengucapannya saja. Bukan untuk komunikasi. Apalagi buat berdebat dengan masalah-masalah yang harus diselesaikan. .NET dan Jawa ibarat 2 orang gadis. NET anak orang kaya sedangkan Jawa adalah anak yang orang tuanya pas-pasan. Jawa sebenarnya adalah gadis yang cantik. Tetapi karena orang tuanya pas-pasan maka pakainnya sangat sederhana. Tidak enak dipandang, terkesan lusuh. Kemana-mana pakainya sepeda onthel sehingga lambat dan sering ngos-ngosan.

Sebaliknya,.NET adalah anak orang kaya-raya. Bapaknya adalah lurah pada desanya. Desa Windows adalah desa yang kaya raya. Saking kayanya,melihat kecantikan Jawa maka Pak Microsoft (Bapaknya .NET) membawa .NET kerumah sakit untuk operasi plastik. Anak dibuat mirip Jawa bahkan lebih. Jika Jawa Hidungnya kurang mancung maka .NET hidung dimancungkan.Dada dan pinggul dibesarkan untuk menggaet orang-orang yang selama ini kadung kesemsem dengan mbak Jawa.Walhasil Wooow…..NET adalah versi mbak Jawa yang lebih cantik,lebih supel dan tentunya lebih dinamis karena kemana-mana bawa Mercy.Walaupuan tarifnya mahal banyak laki-laki mulai tertarik dengan .NET.Lha gimana lagi selain enak dipandang juga enak dikendarai katanya(he….he…).

Menurut kabar,Pak Sun(Bapaknya Jawa). Akan segera meng-open source-kan anaknya. Agar para laki-laki kepincut lagi ke anaknya. Setiap lelaki yang pingin tinggal me-clonning. Kemudian menyesuikan sesui dengan keinginannya masing-masing. Jika payudaranya kurang besar maka tinggal diperbesar sendiri. Jika kurang montok bisa diberi obat agar lebih montok. Kurang putih dan langsing tinggal dibawa ke salon. Baik benar pak Sun ini ya? Anda pilih mana? Jawa enak,.NET lebih enak he..he.. ? tetapi ingat tarifnya lebih mahal….!!!