General

Mengapa Konsultan HR di bayar lebih tinggi dari konsultan IT

Posted on Updated on

Memang tidak semuanya, konsultan HR dibayar lebih tinggi dari konsultan IT. Tetapi ada perbedaan cara orang HR “meng-uang-kan” keahlian mereka dibandingkan dengan orang IT. Sebagai seorang programmer yang sehari-hari bergaul dengan orang HR, berikut ini pengamatan saya.

1. Pengguna konsultan HR rata-rata adalah top manajemen.

mereka punya hak budget yang lebih besar daripada karyawan biasa.Beda dengan proyek IT yang beragam, dari kebutuhan penunjang operasional level pelaksana.Akhirnya nilai projectnya beragam walaupun kadang dari tingkat kesulitan atau lama pengerjaan tidak jauh berbeda.

2. Kebutuhan konsultasi HR adalah untuk menemukan solusi managerial.

Seperti yang di No.1 kalo yang tandatangan itu level direktur uang 200jt itu mah kecil.Coba kalo projek IT sudah ditawar habis-habisan.

3. Ilmu HR itu ilmu pelit.

Dibandingkan dengan ilmu IT yang tutorialnya seabreg-abreg.Coba cari tutorial mendesain Organisasi atau KPI atau Job Desc atau Struktur Upah.Sample Balanced Scorecard,alat ukur psikometrik, talent manajement. Minim dan gak jelas. 

4. Training HR lebih mahal dari IT.

Menindak lanjuti no.3, akhirnya training HR lebih mahal dari IT. Training HR seharga 3jt itu biasa dan laris manis. Coba training IT? gratis saja jarang yang datang. 

5. Jangka waktu pengerjaan HR lebih singkat dan aman dibandingkan dengan proyek IT.

 Di HR gak ada debugging,implementasi,unknown error,gak butuh framework,gak butuh license. Itu mungkin yang menyebabkan proyek HR lebih profitable.

 Sekali lagi ini relatif, paling tidak kita bisa belajar bagaimana mencari dan menghargai  sebuah project.

Startup Indonesia, Antara Cita-cita dan Realita

Posted on Updated on

Hampir 2 tahun ini, IT startup (perusahaan IT pemula) bermunculan di Indonesia. Hal ini, disebabkan antara lain keberhasilan perusahaan-perusahaan IT startup yang menuai hasil yang gemilang. Selain facebook dan twitter, ada contoh lainnya seperti Groupon (situs yang berjualan voucher diskon), LinkedIn (social networking untuk para profesional) dan masih banyak lagi.

Hal tersebut mungkin yang mengilhami para profesional IT di Indonesia yang rata-rata masih anak muda untuk melakukan hal yang sama.Dengan tingkat pertumbuhan pemakai internet yang tinggi, mereka merasa itu adalah peluang bisnis untuk mewujudkan ide-ide bisnis mereka. Ditambah dalam 1 tahun ini banyak sekali ajang atau kontes untuk mempertandingkan ide bisnis mereka dengan harapan akan mendapatkan investor/pendanaan. Sebuat saja ada SparxUp,iMulai,Swastartup dll.

Tetapi?banyak yang lupa. Pengguna internet indonesia memang besar tetapi hanya sekian persen yang terbiasa melakukan transaksi secara online.Belum adanya mekanisme pembayaran online di Indonesia seperti layaknya Paypal. Jika berencana mengandalkan pendapatan dari iklan harus sukses dulu di jumlah penggunanya. Tetapi untuk mendapatkan user yang banyak (jutaan user) tidaklah mudah dan memerlukan investasi yang tinggi untuk biaya operasonal. Padahal rata-rata sebuah startup belum memiliki profit?. Angel Investor? Ya itu mungkin salah satu solusi, tetapi ketika modal sudah ditangan bukan berarti keberhasilan sudah ada didepan mata. Bisnis bukan cuma masalah teknis. Bisnis itu manajemen menurut saya. Bagaimana mengelola SDMnya, Marketing, Finance,Legal dll. Dan hal itu kadang yang tidak dipunyai oleh para startup yang rata-rata adalah orang teknis. Koding mereka jago, desain jago juga. leadership Nol,manajemen Nol. He3..

Btw..mari kita support perkembangan startup indonesia. Saya yakin suatu saat ada yang berhasil seperti Koprol yang mendunia. Sukses startup Indonesia…..

Kita dan Web 2.0

Posted on

Saya pribadi menggunakan internet dari tahun 1998 ketika bandwidth masih sangat mahal. Waktu itu pengguna email masih sangat terbatas dan yahoo masih merajalela dan Google adalah anak bawang. Internet Explorer dan Netscape Navigator masih dalam pertarungan yang sengit.

Untuk web development masih menggunakan CGI atau yang popular adalah ASP, PHP baru lahir. Java Applet sudah berkembang pesat tapi masih belum paham gimana membuatnya. Buku-buku masih terasa mahal untuk ukuran kantong saya waktu itu. Setelah 1 dekade lewat, akses internet sudah jadi kebiasaan, semua orang punya email, Google menjelma menjadi perusahaan raksasa. Netscape yang almarhum bangkit lagi dari kubur menjelma Mozzilla Firefox.

Facebook dan Twitter
Kehadiran Facebook dan Twitter menguatkan lagi fungsi teknologi informasi yaitu sebagai alat distribusi informasi dan tukar menukar informasi. Informasi yang dulunya mahal sekarang bersliweran disekitar kita. Disetiap udara yang kita hirup sebenarnya ada berita, foto,video dari segala penjuru dunia.
Mengapa orang kecanduan Facebook atau Twitter? Karena facebook dan Twitter mengembalikan fitrah kita semua sebagai mahluk social yaitu sebagai mahluk yang suka ngrumpi, mencuri dengar pembicaan orang lain dan sebagai mahluk yang suka pamer. Dengan Facebook kita dapat mengetahui kabar orang lain tanpa harus menanyakan kabarnya, kita dapat mengungkapkan perasaan kita dan pasti akan didengar oleh banyak orang.Kita dapat juga memamerkan kepandaian kita dan semua kelebihan kita dengan bebas.
Facebook dan Twitter adalah rekam jejak kita hidup didunia ini. Bayangkan 50 tahun lain, anak cucu kita dapat mengetahui apa yang kita lakukan, rasakan pada saat ini.

Nilai Ekonomis Web 2.0
Sebenarnya sederhana saja pemikirannya, dimana banyak orang berkumpul disitu mempunyai nilai ekonomis. Semakin banyak semakin tinggi. Tidak heran Google,Facebook,Twitter itu gratis tetapi mereka perusahaan yang kaya raya. Dengan mengetahui biodata dan apa yang di posting setiap hari adalah data yang sangat penting bagi seorang marketer. Mereka tanpa bersusah payah dan melakukan survey sudah mengetahui perilaku konsumen.
Sebagai software developer apa yang dapat kita pelajari dari sini? Kita dapat belajar membuat system yang humanis, bagaimana cara menyebarkan atau menyampaikan informasi. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh pendiri Mc. Donald “Jika kita mampu membuat system yang mampu melayani jutaan orang maka kita pun akan menjadi jutawan”. Itu yang terjadi dengan facebook dan Twitter.

Membuat data bisa ngomong

Posted on Updated on

Sering saya melihat aplikasi-aplikasi seperti ini. Data yang ribuan/ratusan ditampilkan dalam 1 layar. Benarkan? Jika saya seorang pengguna dan disuguhi data sebanyak itu, pikiran pertama saya adalah buat apa data ini dan bagaimana saya membacanya.Data sebanyak itu jika ditampilkan malah kontra produktif alias tidak berarti. Saya teringat teman sekerja dulu yang dimarahi seorang Vice Presiden gara-gara disuguhi data yang berlembar-lembar dan cuma ngomong tolong diringkas dan maksimal 2 lembar saja.Kita harus belajar dan mencari tahu siapa yang mengkonsumsi laporan kita

Penyajian data yang sangat banyak walaupun disertai informasi yang akurat sangatlah tidak efektif. Tidak hanya untuk user yang membacanya tetapi juga dari segi teknis. Pernah saya mendengar teman yang butuh grid baru karena grid yang dipakai sekarang sangat lambat karena datanya sudah mencapai 1 jutaan record. Atau waktu untuk loading untuk menampilkan data semakin lama semakin lambat, kalo ini saya yang mengalami sendiri.he3. Penyajian data harus seperti penyajian makanan, makanannya lezat wadahnya pas tentu semakain sedaaapp…

Bagaimana memaksa data bisa ngomong?
Sebenarnya tidak salah jika anda menampilkan seluruh data customer anda. Paling tidak, kita dapat melihat jumlah customer kita. Alangkah baiknya juga disertai karakteristik atau demografi dari customer kita. Ini akan sangat membantu dalam menentukan segmen pasar yang akan diraih atau sebagai bahan marketing atau pemilihan product yang akan dijual.

grafik report top customer

Jika aplikasi anda sudah dapat menampilkan 10 customer dengan pembelian paling terbanyak dan 10 Produk yang paling laris, apa yang kurang? Sebenarnya sudah bagus dapat menampilkannya dan data anda sudah dapat ngomong. Cuma omongan masa lalu.Iya kan?. 10 customer paling atas dan 10 produk paling atas adalah rekaman kejadian masa lalu. Artinya telah terjadi penjualan yang menghasilkan laporan tadi. Tapi tidak dapat menjelaskan mengapa si A menjadi orang dengan pembelian paling atas, atau produk B menjadi paling laris. Adakah korelasinya dengan demografi customer kita. Yes! Saatnya membuat data kita bisa ngoceh…..!!!

Selamat datang di Business Intelligent!

Apa itu business Intelligent, kalo dari pengertiannya adalah sebagai berikut dari (diambil dari istilah dari pengertian BI di SQL Server 2008).

Business intelligence solutions include effective storage and presentation of key enterprise data so that authorized users can quickly and easily access and interpret it. The BI tools in SQL Server 2008 allow enterprises to manage their business at a new level, whether to understand why a particular venture got the results it did, to decide on courses of action based on past data, or to accurately forecast future
results on the basis of historical data.

Yang perlu digarisbawahi disini adalah kalimat based on past data dan forecast future
Results
. Jadi tidak hanya dapat ngomong yang sudah-sudah tetapi juga memprediksi kejadian yang akan datang berdasarkan data-data sekarang.

Berikut ini tool-tool yang biasanya ada untuk mengelola Business Intelligent,

1. Naïve Bayes Algorithm
Dengan Naïve Bayes Algorithm memungkinkan kita memprediksi kemungkinan kejadian didepan dengan data-data yang ada sekarang. Contohnya kemungkinan seorang customer membeli produk A berdasarkan tingkat pendidikan, jumlah anak, penghasilan dan lain-lainnya. Atau kalo contoh gambar dibawah ini adalah penggunaan Naïve Bayes Algorithm untuk memprediksi kemungkinan terwakilinya di parlemen Amerika, apakah dari Demokrat atau Republik berdasarkan keperpihakan suara pada tiap-tiap isu yang diusung.


contoh aplikasi menggunakan algoritma Naïve Bayes

2. Decision Trees Algorithm
Bayangkan anda seorang pegawai Bank di bagian kredit. Ada calon nasabah yang secara tampang kurang meyakinkan. kemudian anda mewawancarainya.Apakah anda sudah menikah?ia jawab ya. Apakah anda sudah bekerja?Ia menjawab sudah dengan lama bekerja 3 tahun. Berapa penghasilan anda sebulan ?ia jawab antara 10-12 juta berbulan.tetapi ternyata orang tersebut mempunyai record jelek yaitu pernah tidak membayar kredit selama 3 bulan berturut-turut di periode sebelumnya.Pertanyaan apakah orang tersebut permohonan kreditnya di kabulkan?
Dengan Decision Trees Algorithm memungkinkan memecahkan teka-teki tersebut.

Contoh aplikasi menggunakan algoritma decition tree

3. Time Series Algorithm
Jika anda mengelola toko retail kebutuhan pokok mungkin akan mengalami kejadian seperti ini. Tiap tanggal muda, ada peningkatan pembelian kebutuhan pokok. Jika menjelang hari raya, akan lebih meningkatnya lagi. Akibatnya anda harus memprediksi kira-kira berapa stock yang harus tersedia. Dari kejadian tersebut sebenarnya anda sedang melakukan analisa time series, yaitu menggunakan riwayat penjualan masa lalu untuk memperkirakan jumlah stock dimasa datang.

4. Clustering
Clustering sangat membantu mengelompokan data-data dengan parameter yang tidak jelas. Seperti contohnya begini. Anda mengelola rental persewaan DVD/VCD. Ada bermacam-macam pelanggan, ada yang suka film action,romantic,komedi atau documenter.Atau ada juga yang suka lebih dari satu genre. Dengan bantuan algoritma Clustering memungkian semua data dikelompokan berdasarkan riwayat transaksinya.

5. Sequence Clustering
Sequence Clustering dirancang untuk menganalisis populasi yang berasal dari data/kejadian ya ng berurutan dalam kelompok kasus yang sama atau tidak. Seperti contohnya untuk menganalisa customer purchase analysis dan bioinformatics.

6. Neural Network and Logistic Regression
Algoritma ini adalah salah satu yang terkenal di bidang kecerdasan buatan yaitu bagaimana memecahkan masalah dengan meniru jaringan saraf otak kita.

Contoh penggunaan algoritma Neural Network

Sebenarnya ada algoritma-algoritma lainnya yang dapat membuat aplikasi kita tambah yahud..yaitu Fuzzy Logic,AHP (Analytic Hierarchy Process) untuk membantu mengambil keputusan dengan masalah yang komplek. Dan satu lagi yang ini pasti kita sudah tahu semua yaitu Statistik.

OK!Sudah saatnya aplikasi anda tidak boleh dibilang cuma memindahkan kertas ke komputer!

Inilah cerita sebenarnya tentang software development…

Posted on

Aku gak ngerti kok bisa berfikiran seperti dibawah ini,awalnya ketika bergabung ke sebuah milis tentang management proyek IT, cerita banyaknya tantangan yang mereka hadapi dilapangan, keluh kesah mereka selama proyek . Hampir semuanya pernah saya hadapi.

Akhirnya aku merasa bahwa bisnis software development sendiri masih sebuah misteri tersendiri, banyak yang sukses tetapi saya yakin lebih banyak lagi yang tidak sukses.

1. Software development seperti proses pemanggilan arwah
Dibandingkan dengan project lainnya seperti proyek sipil misalnya, proyek IT adalah proyek ilmu gaib. Kita harus memindahkan isi kepala seorang akuntan ke program kita. Pengalaman mereka yang bertahun-tahun harus kita rumuskan, kita koding tidak boleh dari 3 bulan. Tugas kita adalah membuat benda mati yang bernama computer harus hidup dan pintar (kadang harus lebih pintar dari seorang akuntan tersebut). Masih mending proyek sipil, seumpama kita membangun jembatan, semua orang dapat melihat bentuk jembatan tadi . Kalo ada kesalahan semua bisa membantu memberitahu.

2. Bisnis software itu seperti orang yang kecanduan togel.
4 dari 10 orang terkaya didunia adalah bisnis di dunia IT yaitu pemilik Microsoft,Oracle,Dell. Belum lagi kisah keberhasilan google,facebook, tweeter ,yahoo, Amazon,eBay yang membuat pendirinya menjadi milyuner-milyuner baru . Atau perusahaan-perusahaan IT di India yang berhasil menyumbang pendapatan negaranya secara cukup significant. Tidak dipungkiri hal tersebut menjadi magnet atau perhatian semua orang untuk menekuninya, atau paling tidak mencoba berkarir dibidang IT.
Bisnis IT memang menyediakan mimpi-mimpi indah,tetapi banyak orang-orang yang tidak dapat membedakan dengan kenyataan aslinya. Bisnis IT adalah bisnis nilai tambah alias bisnis jasa.Perlu kreatiitas tinggi dan kemampuan membaca peluang usaha. Untuk software development sendiri sudah sanngat-sangat-sangat (3x) berubah!! Kita tidak bisa lagi mengandalkan membuat software terus bilang ini “ini aku mau jual software xxx harganya segini”. Mengapa? Keahlian membuat software bukan barang langka lagi sekarang. Anak-anak smp atau sma saya lihat sudah banyak yang mahir menulis kode. Free software banyak, open source juga banyak
Jadi bagaimana mengatasinya? Salah satunya jadilah “Pemanggil arwah yang bagus”, ini yang membedakan dengan para penulis kode. Mereka yang jago menulis kode belum tentu jago membuat program. Alias jago membuat kode tidak sama dengan membuat program. Atau sama saja yang jago main gitar belum tentu jago membuat lagu.
Satu lagi! kesuksesan Google,Amazon,eBay,Facebook bukan karena menjual software seperti yang dilakukan oleh Microsoft,Oracle,Sun atau Borland. Mereka sukses karena mampu menggaet user dalam jumlah yang besar, menjadi framework berkomunikasi atau beraktifitas.Ini yang saya maksud pergeseran nilai di bisnis ini. Maka jika anda tidak dapat mengikuti perkembangan ini maka kemungkinan anda termasuk orang-orang yang seperti kecanduan togel. Mengapa?kalo kita lihat apa sih alasan orang-orang membeli togel? Untung?nanti dulu, saya yakin mereka banyak ruginya. Tetapi mengapa mereka membeli terus? Sebernarnya yang mereka beli itu adalah “harapan” alias “mimpi”.

3. Bisnis software seperti bermain sinetron
Saya tidak tahu apakah terjadi juga di Negara-negara maju. Tetapi dalam “proses pemanggilan arwah” tadi kita harus ikut juga berperan juga. Sebenarnya hal ini termasuk hal yang saya sukai karena saya bisa menjadi bermacam-maca profesi yang ada. Masuk ke dalam dunia mereka dengan segala permasalahan yang mereka hadapi. Kadang harus berperan seperti seorang akuntan, sales,produksi atau seorang CEO.

4. Bisnis software seperti jualan obat.
Kita harus bisa berkoar-koar kalo software yang kita buat adalah yang terhebat dan dapat menyelesaikan semua masalah.

5. Bisnis software seperti bisnis prostitusi
Banyak cara atau methode yang berkembang di software development. Dari desain arsitektur seperti jaman jadul dulu kita mengenal yang namanya waterfall,kemudian berkembang menjadi Rational Unified, Agile dan Extreme programming. Kemudian ada Object Oriented Programming, Aspect Oriented Programming, MVC. Bermacam-macam ORM dan framework bermunculan tetapi sebenarnya intinya cuma satu yaitu membuat pelanggan puas. Oke..puaaaaaasssssssss sekarang!!!

Hukum Petani

Posted on

petaniTidak semua apa yang direncanakan akan terwujud seketika. Terkadang harus melawati jalan yang berliku penuh dengan rintangan. Seperti sedang mengejar suatu project misalnya . Kita mencoba menawarkan produk ke calon customer, presentasi ke sana-sini, bersaing dengan competitor dan ketika project sudah ditangan bukan berarti masalah selesai. Terkadang muncul gangguan dari kanan-kiri, dan terkadang juga hasil yang peroleh tidak sesuai dengan harapan kita. Itu semua adalah realita atau cerita sesungguhnya dalam kita bekerja.

Apa yang dilakukan sebenarnya sama dengan proses bercocok tanam yang telah dilakukan oleh para petani. Untuk memanen padi, mereka menunggu paling tidak 3 bulan. Banyak proses yang dilalui supaya hasil panennya maksimal. Sebelum menyemai bibit mereka harus mencangkul/membajak sawah.Ini artinya kita membutuhkan persiapan dan modal untuk melakukan suatu pekerjaan.Semua harus dipersiapkan sebaik mungkin.

Setelah bibit disemai, mereka harus merawatnya dengan cara memberi pupuk. Proses pemberian pupuk ini sama saja kita harus menjalin hubungan yang baik dengan customer.Kemudian harus menyingkirkan hama-hama yang ada agar tidak mengganggu tanaman yang ada. Ini sama saja dengan supaya kita mampu menghadapi rintangan-rintangan atau gangguan yang berpotensi menghalangi pekerjaan kita.

Mengalami kerugian!ini adalah realita yang harus dihadapi. Setelah proses panjang yang melelahkan tidak semua berakhir dengan manis. Hasil panen tidak maksimal atau malahan gagal panen. Ini artinya apapun hasil dari proses yang dilalui kita harus siap dengan segala resiko dan hasil akhirnya.

Ini 6 hukum petani yang dapat kita pelajari agar kita menjadi pribadi yang tangguh tidak mudah menyerah.

#1 Apa yang kita semai, Apa yang akan kita petik.
Jangan harap memanen jagung kalo yang kita semai adalah biji semangka. Maka selalu berbuat baiklah dengan sesama jika kita ingin hal-hal yang baik yang akan kita petik.

#2 Setelah menanam benih, Kita harus merawatnya.
Ini artinya ada PROSES atau semuanya butuh waktu dan tentu saja butuh usaha.

#3 Proses tidak bisa instant. Perlu waktu
Ini disebut juga delayed gratification. Para petani tahu mereka harus bekerja keras agar menikmati hasil yang maksimal.

#4. Ada cara yang benar dan ada cara yang salah untuk melakukannya.
Kebanyakan para petani melakukan metode bercocok tanam berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari orang tua mereka. Bagaimana meraka bercocok tanam, memlih bibit dan lain sebagainya adalah cara terbaik yang telah dibuktikan kebenaranya oleh para orang tua mereka. Ini artinya kita harus selalu belajar dari keberhasilan orang lain.

#5 Waktunya Panen (tapi tidak selalu!)
Mungkin kita telah melakukan langkah 1 sampai 4 dengan baik dan siap menikmati panen. Tetapi terkadang kenyataannya berbeda. Mengapa? Mungkin karena perubahan cuaca atau terkena sehingga menggagalkan waktu panen

#6 Kurangi Kerugian
Ini saatnya membuat keputusan, mencabut semua tanaman yang berpenyakit lebih menguntungkan jika biaya pemeliharaan terlalu besar. Karena melanjutkan merawat bibit yang telah rusak sama saja dengan kesia-sian. Jangan harap mendapatkan hasil maksimal dari bibit yang telah rusak.

Sales Script

Posted on

Apa Rahasia seorang Sales Sukses?

Para sales yang berhasil ternyata mereka mempunyai mempunyai citra diri yang besar terhadap pekerjaan mereka. Mereka bangga sebagai seorang sales. Mereka menghargai pekerjaan mereka dengan sangat tinggi.Sales adalah pekerjaan utama bukan sampingan. Mereka keluar dari rumah dengan semangat besar bahwa mereka adalah yang terbaik dan menjual barang yang terbaik pula. Mereka percaya barang yang dijual adalah yang terbaik sehingga mereka begitu yakin jika calon customer menolak tawarannya berarti kerugian ada ditangan mereka. Mereka telah membuat kesalahan dengan menolak produk yang ditawarkannya.

Ubah paradigma berfikir dalam menjual?

Jika anda menawarkan barang dan orang tersebut menolak tawaran anda bukan berarti barang yang anda tawarkan tidak menarik, dan bukan pula orang2 berikutnya akan menolak tawaran anda.

Tahukah anda? bahwa di dunia industri ada yang namanya formula selling. Contohnya di dunia property ada rumus “30:1”. Artinya dari 30 orang yang mengunjungi rumah yang anda tawarkan dipastikan ada 1 yang akan membeli rumah tersebut..

Kalo didunia asuransi rumusnya adalah “10:3:1” artinya dari 10 orang yang dihubungi ada 3 orang tertarik mendengarkannya dan 1 orang dari ke-3 orang tersebut yang akan membeli produk asuransi anda.

Dalam dunia tele-selling rumusnya adalah 293-149-83-10, artinya jika anda menelepon sebanyak 293 kali,maka anda akan berbicara 149 kali (sisanya mungkin salah sambung atau alas an lainnya).83 akan tertarik dan sisanya 10 akan membeli produk anda.

Maka oleh karena itu, jika anda seorang sales keluar rumahlah dengan semangat!”saya akan menghubungi 10 orang dan 1 diantaranya pasti akan membeli produk saya”, Jika anda mendapat penolakan tetaplah yakin didepan masih ada 10,100 atau 1000 calon customer, dan yakinlah diantara mereka pasti ada yang akan membeli produk anda!.

Mengapa banyak sales yang gagal?
Banyak sales yang gagal karena mereka tidak dapat menceritakan kisah mereka dengan menarik. Mereka tidak dapat menjelaskan produk/jasa mereka dengan menarik. Salah satu untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan Sales Script.

Apa itu sales script ? sales script adalah tulisan2 yang anda buat sendiri ketika menghadapi kondisi2 dalam penjualan. Hampir 80% situasi yang dihadapi dalam penjualan adalah sama. Contoh ketika menelepon calon customer kendala-kendalanya adalah sbb:
– Saya sangat sibuk
– Anda Cuma membuang waktu
– Saya tidak tertarik
– Kirim brosur saja
– Bos keluar kota, dll

Atau hal-hal berikut ini :
– Harga yang terlau mahal
– Kami bisa beli ditempat lain secara lebih murah
– Keuangan kami sedang sulit.

Maka tulislah kendala-kendala tersebut dan tulislah cara pemecahannya. Atau tanyakan cara pemecahan ke pada orang-orang yang lebih ahli dari anda.

Maka mulai sekarang jika anda mengalami kesulitan dalam penjualan, mulailah catat masalahnya dan cari serta tulis cara mengatasinya.