Problem Penyusunan KPI?? Ya Penyusunannya itu sendiri

Posted on

Banyak buku yang membahas cara menyusun KPI tetapi isinya tidak mengajarkan cara menyusun cara KPI.Akibatnya cukup fatal, selain kinerja yang diharapkan tecapai, waktu mereka habis untuk mengumpulkan data dan pengukurannya.

Apa KPI seorang sales? omset penjualan? memang benar, baik dan tidak seorang sales adalah dari hasil penjualannya. Faktor utama yang harus diperhatikan dalam menyusun KPI adalah “FAKTOR-FAKTOR YANG BISA DIKENDALIKAN”. Omset penjualan bisa dimasukan ke daftar point penilaian tetapi tidak bisa dikendalikan artinya kalo jeblok ya jeblok tidak diputar ulang. Beda dengan Jumlah customer yang dihubungi setiap harinya. Kita bisa menentukan berapa jumlah customer yang akan dihubungi setiap harinya dan meningkatnnya setiap bulan.

Apa KPI seorang Petugas Kebersihan? Tingkat Kebersihan? betul ! tapi harus diingat tingkat kebersihan tergantung “jumlah berapa kali bersih-bersih setiap harinya” dan waktu bersih-bersihnya. Makanya Ketepatan jam masuk kerja bisa dimasukan ke daftar KPInya seorang petugas kebersihan. Jika jadwal kerjanya adalah 1 Jam sebelum karyawan lainnya masuk ya harus dimonitor. Karena akan membuat tidak nyaman jika karyawan lain sudah masuk petugas kebersihan masih bersih-besih. disini “WAKTU” yang menjadi penting.

Apa KPI seorang Programmer?Jumlah error di progam yang ditulisnya? Untuk menulis program yang baik banyak faktor yang mempengaruhi.Seperti jumlah function yang sudah memiliki unit test, prosentase kode yang sudah direview, bahkan jumlah jam kerja juga berpengaruh.Kelebihan jam kerja cukup berpengaruh ke kualitas kode yang ditulisnya. Perlu seorang “EXPERT DIBIDANGNYA” untuk menyusun sebuah KPI yang berhubungan dengan keahlian.

Bagaimana dengan jabatan yang sifatnya pelayanan seperti CS atau IT Support? untuk pengukurannya bisa dilakukan survey ke customer masing-masing. KPI ini sifatnya berjamaah arti satu nilai buat semua orang dan ini bagus untuk kerjasama tim.

“SUMBER DATA PENILAIAN” sangat penting dalam penyusunan KPI. Janganlah kita membuat KPI yang sumber datanya tidak ada atau absurd seperti kepatuhan atau tingkat disiplin tapi gantilah dengan jumlah temuan kesalahan.

Tingkat kehadiran bisa ya dan tidak dimasukan kedalam indikator kinerja. Jika ada pengaruhnya silahkan dimasukan seperti petugas kebersihan dan CS. Generasi jaman now agak sensi terhadap waktu.

Ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam penyusunan KPI antara lain cascading KPI, usahakan KPI bawahan mengungkit KPI atasannya biar ada kerjasama atasan bawahan.Kemudian model penyusunannya adakah top down atau KPI ditentukan dari pihak manajemen atau masing-masing karyawan dapat menyusunnya sendiri diawal tahun.ini ada plus minusnya, cukup panjang pembahasannya lain kali saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.