Bulan: Agustus 2014

Penilaian 360 Derajat (Curhat mode on)

Posted on Updated on

Ini pengalaman penulis disuatu instansi BUMN yang menerapkan penilaian kinerja. Untuk penilaian kompetensi dilakukan penilaian 360 derajat. Artinya seorang akan dinilai oleh diri atasan,rekan sekerja (peer) dan bawahan.

Singkat cerita, penilaian dilakukan. Seseorang menilai orang tergantung jabatannya. Jika tidak mempunyai bawahan maka dia hanya menilai atasan dan rekan sekerja. Masalahnya timbul jika seseorang mempunyai bawahan banyak dan rekan sekerja/satu level yang banyak juga. Akhirnya ada seseorang yang banyak orang ๐Ÿ˜€

Akhirnya disepakati dibatasi, seorang hanya menilai rekan sekerja sebanyak 2 orang dan atasan juga dinilai maksimal oleh 2 orang bawahannya. Dan sistem akan memilah secara acak. Jadi yang dinilai tidak tahu periode ini akan dinilai oleh siapa.

Setelah satu bulan pelaksanaan ternyata tingkat partisipasinya hanya 50% dengan alasan terlalu sibuk jika harus melakukan penilaian ke banyak orang. Akhirnya disepakati lagi hanya atasan-bawahan. Ternyata banyak juga atasan yang tidak melakukan penilaianย  dan rata-rata bawahan yang melakukan penilaian ke atasan, baik-baik semua ๐Ÿ˜€

Akhirnya dirubah lagi..penilaian dilakukan satu arah. Atasan hanya menilai bawahannya saja. ternyata gak jalan juga he..he.

Iklan