Bulan: Agustus 2011

7 Keajaiban Rizki, Revitalisasi Keagamaan dan Kekuatan Umat.

Posted on

Setiap orang tentu ingin dikaruniai rizki yang melimpah.Walaupun rizki itu tidak harus berupa uang tetapi tidak dipungkiri uang sangat berperan dikehidupan sekarang.Buku karangan Ippho Santosa ini menjelaskan bagaimana cara mendatangkan rizki.Dari bagimana membangun kepercayaan diri yaitu bahwa pada dasarnya setiap orang itu mempunyai bakat untuk sukses. Istilah di buku ini adalah sidik jari kemenangan.Kemudian motivasi untuk menumbuhkan keberanian berwiraswata atau simpul perdagangan. Memulai bisnis itu bukan masalah modal atau kepandaian, tetapi adalah masalah nyali.Banyak orang mempunyai uang dan ketrampilam tetapi berani memulai bisnisnya.Semoga setelah membaca buku ini berani menjadi memulai bisnisnya.
Saya sangat setuju kalo dikatakan perdagangan itu adalah salah satu yang sangat dianjurkan sebagai seorang muslim. karena kita bukan raja atau menteri. tetapi dengan berdagang kita dapat menciptakan kerajaan sendiri.

Saya tidak akan memberikan kesaksian tentang efek yang terjadi setelah membaca buku ini. Tetapi saya yakin setiap orang yang berbaik kepada kedua orang tua,ke pasangan kita masing-masing, banyak melakukan sedekah, memperbanyak amal seperti sholat duha,tahajud, umroh atau berhaji, insyallah akan mendapatkan barokah dari Allah SWT. Tetapi saya akan meyoroti efek dari buku ini terhadap revitalisasi beragama kita.

Revitalisasi Keagamaan
Apakah kita sadar, bahwa selama ini kita melakukan kewajiban beragama seperti dibawah ancaman. Setiap ada ceramah agama, kita selalu ditakut-takuti oleh siksa neraka dan Janji Sorga. Secara tidak sadar otak kita terprogram bahwa dunia itu tidak penting sama sekali.Harta dunia itu adalah beban atau bahwa ada yang menganggap kutukan karena harus dipertanggungjawabkan kelak diakherat kelak. Walaupun terkadang lucunya, setelah itu di akhir khotbah masih di mintai untuk sedekah.Membantu fakir miskin, yatim piatu dan lain. Bagaimana itu bisa dilakukan kalau seorang muslim hidup tanpa harta. Rasul itu kaya raya,Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib juga kaya raya, tetapi hidup mereka tetap sederhana.Harta mereka dipergunakan di jalan Allah untuk kemajuan umat.Semoga buku ini menjadi jawaban mengapa orang muslim harus kaya dan mempunyai harta banyak dan bangaimana mempergunakannya.

Otak Kanan “Waskita”
Buku ini juga membahas keutamaan menggunakan otak kanan. Sebenarnya saya tidak tau ketika kita mikir itu diproses diotak sebelah mana. Tetapi buku ini bagus karena mengajarkan kita berfikir dengan cara yang berbeda. Tidak semua yang masuk logika itu pasti benar. Seperti contoh komunisme versus kapitalisme dalam hal menyalurkan pemerataan ekonomi. Secara logika komunisme itu adil karena negara menjamin setiap orang akan memperoleh hak yang sama dari pada kapitalisme yang hanya diserAhkan ke segeintir orang.Tetapi faktanya negara-nagara komunis berjatuhan. Mereka gagal total. Itulah yang di namakan “waskita”. teori invisible hand ternyata lebih terbuki walaupun tidak seluruhnya benar.Komunisme yang selintas menawarkan keadilan ternyata gagal total.Semoga dimasa mendatang muncul ilmu ekonomi islam yang akan menjadi sumber rahmatan lil alamin.

Apa juga kasus menarik dinegara kita. Disebuah televisi swasta, salah satu Bapak Reformasi kita menjelaskan alasan mengapa diadakan pemilihan langsung karena untuk mencari inspirasi yang sesuai dengan masnyarat. Bahkan mereka berpendapat pemilihan langsung dapat menghilangkan money politik karena akan memerlukan dana besar jika ingin melakukannya. tetapi kenyataannya. Sistem ini malah menghasilkan para koruptor-koruptor karena besarnya biaya politik tadi.

Memang tidak mudah untuk menjadi waskita.Jangan para pememimpin kita . Nasi Musa pun pernah dibuat tidak berdaya ketika bertemu dengan nabi Khidir. Ketika Nabi Khidir melobangi kapal yang mereka naiki ketika di lautan lapas, kemudian membunuh seorang anak yatim dan kemudian merobohkan rumah dari seorang yang tidak punya. Nabi Musa pun tidak mampu melihat hakekat kejadian yang terjadi.

Akhir kata, semoga buku ini membaca pencerahan bagi kita semua. Memandang dengan cara baru bagaimana kita beragama dan berdakwah.