Mantan

Posted on

Hari ini adalah hari yang tidak menyenangkan.Bagaimana tidak? Setelah kerja extra mempersiapkan bahan presentasi yang disebabkan jadwal presentasi yang dimajukan.Tadi malam harus tidur jam 2 dan jam 6 harus ada di bandara mengejar pesawat paling pagi.Tetapi apa yang terjadi? Jadwal penerbangan yang harusnya jam 6.45 ditunda sampai sampai jam 8.
Untuk mengobati rasa kesal dan lapar, akhirnya aku pergi ke kedai kopi di pojokan bandara. Sambil menikamati kopi hitam, aku buka kembali laptop untuk melihat-lihat lagi bahan presentasi dan memperbaiki jika ada kesalahan. Ketika sedang konsentrasi menatap layar laptop, terdangar suara memanggil kearahku.

“Hai Mas …”

Terperanjat aku melihat wajah yang memanggilku. Wajah yang telah aku hapus dari memory hidupku. Tiba-tiba ada didepanku.Aku mencoba tersenyum semanis mungkin, sambil menjawab uluran tangannya untuk berjabat tangan.Begitu tangan kami bersentuhan, efeknya seperti kabel LAN yang disambungkan ke Laptop.Seketika isi otakku dibanjiri oleh gambar-gambar kenangan antara aku dan dia. Oh Tuhan, ini adalah tangan yang selalu membelai wajahku ketika hatiku galau dan tangan yang selalu aku gandeng untuk menemani setiap langkahku.

“Gimana kabarnya Mas?“, tanya dia.

“Alhamdulliah sehat dan baik-baik saja,kok kamu bisa ada disini? mau pesen minum?”

“Bolehlah..”

Lalu aku memanggil pelayan untuk memesankan minuman untuknya.Sementara dia memesan minum ke pelayan, aku memperhatikannya.Tubuhnya agak gemukan, tidak kurusan seperti masih bersamaku, lalu aku mencoba melihat kedalam matanya.Walaupun aku masih melihat keteduhan disepasang matanya, tetapi aku melihat kilatan lain.

“Sekarang sedang sibuk apa Mas?”.

“Yahh..masih seperti yang dulu.Tidak banyak yang berubah kecuali usia. Bagaimana kabarmu?kok bisa ada disini?”

Lalu dia cerita tentang kesibukannya sekarang dan dimana sekarang tinggal,suaminya,anaknya yang masih kecil dan saudaranya yang dulu aku kenal. ketika dia cerita panjang lebar, sebenarnya aku tidak mendengarkan ceritanya. Aku hanya melihat wajahnya, mencoba mengingat-ingat kenangan manis bersamanya.Masih ingat bagaimana rasanya ketika memeluknya, betapa halus pipinya ketika aku usap dan kucium.Dia seorang wanita yang istimewa,lembut,pintar dan pengertian. Kami jarang sekali bertengkar dan hampir semuanya kita memiliki selera yang sama dari musik, film dan warna. Tetapi mengapa semuanya itu dapat berakhir? Saya juga tidak tahu.

“Kok malah melamun Mas?”

“Enggak, Aku cuma terpana dengan cerita hidupmu. Aku merasa senang kalo kamu sudah hidup mapan dan bahagia. coba kalo kamu jadi nikah sama aku.mungkin lain cerita”, aku jawab sambil tertawa.

Dia ikut tertawa.”Ya jalan hidup memang tidak ada yang tau ya mas. Kamu sendiri gimana mas? sudah nikah?”.

“Belum”

Dia melihatku dalam-dalam.”Kamu masih sakit hati kepadaku Mas, karena memutuskanmu tiba-tiba dan menikah dengan orang lain?”.

Aku tidak langsung menjawab pertanyaannya. Aku masih ingat ketika secara tiba-tiba semua nomor HP-nya tidak dapat dihubungi bahkan keluarganya pun tidak ada yang mau mengangkat telepon dariku.Baru 2 minggu kemudian dia menghubungiku hanya untuk meminta maaf, kalo hubungan kita kembali ke hubungan pertemanan. Setelah itu 3 bulan berikutnya, aku mendapat kabar dia menikah.Apakah aku sakit hati? aku sendiri tidak tahu. Tetapi yang jelas ada sesuatu yang hilang dalam hidup ini.

“Mengapa kamu meninggalkanku?” tanyaku.

“Mengapa juga kamu baru menanyakannya sekarang Mas?”

Aku kembali terdiam.Mengapa juga baru sekarang aku menanyakannya. Aku tidak ingat mengapa aku tidak bertindak seperti Romeo yang rela mati demi cintanya ke juliet.Atau seperti Sri Rama,yang segera mengerahkan segenap pasukannya untuk mendapatkan kembali wanita yang dicintainya yaitu Sinta.
Atau bertindak seperti berita di TV, seorang pemuda menculik seorang gadis karena hubungannya yang ditentang, walaupun harus berakhir dikantor polisi.Yang jelas, yang aku rasakan waktu itu seperti orang yang kehilangan harga diri dan tercampakan.Kami saling terdiam beberapa saat, sampai aku dengar panggilan untuk boarding untuk penerbanganku.

“Aku harus pergi sekarang, senang melihatmu sehat” kataku sambil memasukan laptopku.
“Sama -sama Mas, terima kasih atas traktirannya”.

Setelah membayar ke kasir,Aku sempat bersalaman lagi sebelum pergi meninggalkannya.

****************************************

Aku mencoba melihat keluar dari jendela pesawat. Awan putih tampak menyelimuti bumi.Ada berapa juta jiwa dibawah sana? Dan ada berapa kisah cinta yang ada dibawah sana? Aku teringat lagi kisah pertama kali kita bertemu, kisah ketika aku menyatakan cinta kepadanya dan kemudian hari-hari yang kami lewati bersama. Jalan kaki sore-sore menyusuri trotoar kota kemudian kehujanan atau makan diwarung pingir jalan. Kami adalah pasangan yang serasi.Kami memiliki banyak kesamaan dari hobi,selera musik,film bahkan warna.

Kami sama-sama suka mengalah dan saling berkorban satu sama lain. Tapi mengapa dia meninggalkanku.Dan mengapa pula aku tidak berjuang untuk mempertahankannya.Pertemuan yang aneh, tanpa pernah saling menyebutkan nama dan setelah sekian tahun berlalu tetapi belum dapat mengetahui penyebab perpisahan.

Walaupun jadwal presentasi diundur karena jadwal pesawat yang delay.Tetapi semua akhirnya berjalan lancar. Setelah presentasi selesai aku hidupkan kembali HP yang tadi sempat dimatikan.Ada satu sms masuk dari nomor yang tidak dikenal.

“Mas,mengapa aku meninggalkanmu dan menikah dengan orang lain. Karena aku pikir aku akan hidup lebih baik dengan suamiku sekarang walaupun pada waktu itu aku juga sayang sama kamu.Oh ya,aku dapat nomor dari mbak kasir di café tadi.terima kasih atas kenangan indah yang kau berikan padaku”

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.