Bulan: Mei 2010

Senyum

Posted on Updated on

Entah mengapa kali ini saya tertarik untuk membahasa arti sebuah senyuman.Awalnya, Ketika saya membaca artikel bahwa hampir 80% kantin kejujuran yang dibuat disekolahan-sekolahan ternyata mengalami kabangkrutan. Dan sayapun tersenyum ketika membacanya. Apa sebenarnya yang terjadi dinegeri ini?

Menurut hasil survey badan pariwisata dunia, orang Indonesia adalah termasuk orang yang gemar tersenyum, kemudian Thailand juga termasuk didalamnya. Malah kalau tidak salah, Thailand dijuluki dengan istilah “Negeri Seribu Senyum”. Yang tidak masuk akal adalah mengapa orang-orang yang suka tersenyum tersebut bisa melakukan kerusahan seperti di Thailand baru-baru ini, atau Kerusuhan Mei 1998 di negara kita.

Masih ingatkah dengan mantan presiden Soeharto, beliau dijuluki “The Smiley General” alias Jendral yang selalu tersenyum,yang dahulu selalu menghiasi hari-hari kita semasa orde baru,artis-artis ibukota yang selalu tersenyum juga jika didepan kamera walaupun mereka ketahuan berbuat asusila, atau senyum politikus-politikus kita walaupun terbukti tidak pernah menepati janji semasa kampanye, atau senyum pejabat-pejabat pemerintah kita yang sebagian besar sebenarnya adalah pelaku korupsi di negeri kita ini .Senyum memang alat yang ampuh untuk melakukan kamuflase.

ketika kita masuk ke sebuah bank, kita akan disamput sebuah senyuman mulai dari satpam penjaga pintu, kemudian diberi senyuman juga oleh pegawai-pegawai bank yang cantik-cantik. Iman Samudera cs juga tersenyum ketika berhasil membunuh 200 orang lebih di Bali atau senyum Ryan yang menghiasi televisi dan koran-koran yang telah menghabisi koban-korbannya.Bandingkan dengan senyum orang tua ketika anaknya lulus kuliah, menikah atau mempunyai anak. Atau senyum Kang Parto, Mbak Juminem, Mbah Tumijan yang baru menerima uang gaji mereka yang hanya beberapa lembar.Senyum memang bisa berarti kebahagian, rasa syukur atau juga bisa juga alat untuk menunjukan eksistensi seorang individu.

“Senyum itu Sodaqoh” kata Nabi, saya setuju sekali,walaupun kadang senyum saya hilang ketika melihat orang-orang yang mengaku paling taat beragama dan paling taat dengan Rasullah selalu memasang wajah garang dan tidak toleran, sehingga orang-orang disekelilingnya merasa terintimidasi.Jika anda terbiasa makan direstoran-restoran mewah kemudian makan dipinggir jalan jangan harap anda akan mendapat pelayanan dengan senyuman ketika melayani anda, atau ketika anda naik bis umum jangan harap anda akan mendapat senyuman dari kru-nya, jangan samakan jika anda naik pesawat terbang yang akan dapat senyuman dari masuk ke pesawat sampai turun lagi dari para pramugarinya. Senyum kadang mahal harganya.

Oleh orang tua, kita dianjurkan selalu tersenyum dengan orang lain untuk menunjukan bahwa kita adalah orang-orang yang beradab dan punya sopan santun. Tetapi di sisi lain hampir semua penipu adalah orang-orang yang selalu tersenyum.Senyum memang mengandung seribu arti, tergantung dari nasib anda akan mendapat senyum yang mana. -:)

Iklan