Pristobenk Talk About Human Capital Management System (3) ( Change Management)

Posted on

Cerita Tentang Management Perubahan
Semua pasti mengetahui Boeing. Perusahaan pembuat pesawat terbang asal Amerika. Tetapi tahukah anda bahwa Boeing pernah beralih ke industri furniture and speedboats pada tahun 1919-1920. Semua itu terjadi karena Boeing mengalami kegagalan dalam membuat pesawat untuk Angkatan Laut Amerika (Navy US) dan akibatnya mengalami kerugian $300.000 dan kalah dengan pesaingnya McDonnel Douglass.

Tetapi itu semua tidak membuat patah semangat Boeing dan tetap memproduksi pesawat-pesawat berbadan besar. Boeing melihat peluang masa depan dan terus fokus. Strategi ini yang membedakannya dengan pesaingnya McDonnell Douglass. Akhirnya karena kesalahan strategy ,McDonnel Douglass mengalami kerugian dan diakusisi oleh Boeing.

Cerita lain yang menyakitkan adalah cerita negara kita tercinta dengan negara-negara tetangga. Tahun 1960-an mungkin kita bisa menepuk dada jika berhadapan dengan negara tetangga kita Malaysia dan Singapura. Tetapi sekarang lihatlah. Pertamina tidak ada apa-apanya dengan Petronas. Industri Telekomunikasi kita dikuasi oleh Singapura. Industri Pertanian kita kalah dengan Thailand. Kita mempunyai lautan luas tetapi tidak mempunyai kuasa disemuanya. Sumber daya manusia kita termasuk rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Kita hanya bisa mengirimkan tenaga kerja-tenaga kerja informal ke malaysia.

Sebab kegagalan Strategi
Visi dan Misi yang bagus, strategi yang bagus belum menjamin kesuksesan karena memerlukan proses eksekusi yang bagus pula. Ada suatu penelitian yang dilakukan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton bahwa hanya 10% dari perusahaan yang ada di Amerika yang mengeksekusi strategi dengan baik. Dari penelitian tersebut ditemukan pula bahwa ada 4 hal yang dapat menghambat eksekusi strategi yaitu : hambatan pada visi, hambatan pada pelaku, hambatan pada manajemen dan hambatan pada sumber daya.

Hambatan pada Visi
Hambatan pada visi bisa berasal dari visi itu sendiri yang tidak jelas atau kurangnya sosialiasi visi ke semua elemen organisasi. Tidak ada artinya visi dan misi yang bagus tetapi tidak diketahui semua pihak.

Hambatan pada pelaku
Seluruh karyawan dalam perusahaan adalah pelaku atau yang menjalankan visi dan misi tadi. Artinya karyawan mempunyai nilai penting sukses tidaknya suatu organisasi yang akan dijalankan.

Hambatan pada manajemen
Salah satu penemuan lain dari penelitian Robert S. Kaplan dan David P. Norton adalah bahwa 85% pihak managemen menghabiskan kurang 1 jam untuk membahas strategi setiap bulannya. Kebanyakkan mereka membahas output bukan membahas proses yang yang menghasilkan output itu sendiri.

Hambatan pada Sumber Daya
Salah satu fakta lagi yang menyebabkan kegagalan proses eksekusi strategi adalah 60% organisasi tidak mengaitkan anggaran dengan strategy. Padahal kita semua mengetahui untuk mengeksekusi strategy yang telah ditetapkan kita membutuhkan dana.

Mengenal Balanced Scorecard
Kita memerlukan tool untuk mengeksekusi visi dan misi kita menjadi sesuatu yang actionable. Balanced Scorecard (BSC) adalah salah satu tool management yang dapat menerjemahkan visi dan strategi kedalam aksi dengan memanfaatkan sekumpulan indicator financial dan non financial yang kesemuanya terjalian dalam hubungan sebab dan akibat.

BSC sendiri pertama kali muncul pada tahun 1992 pada majalah Harvard Businnes Review edisi januari-febuari dan di revisi lagi pada tahun 1996 dengan memunculkan satu tool lagi yaitu Strategy Map.

BSC generasi kedua memiliki perbedaan dengan BSC generasi pertama. Terdapat 3 perubahan yaitu pada fokus, tujuan dan bidang penerapan.Mengenai fokus, BSC genersi pertama berfokus pada pengukuran kinerja, sedangkan pada generasi kedua berfokus pada management. Tujuan BSC generasi pertama bertujuan mengendalikan pelaksanaan strategi, sedangkan BSC generasi kedua menekankan komunikasi strategi. Dibidang penerapan BSC generasi pertama ditujukan untuk sektor swasta, di generasi kedua mencangkup sektor publik juga.


my strategic map

Gambar diatas adalah contoh strategy map. Semua tujuan organisasi bisnis adalah mendapatkan keuntungan (big incomes) yang terletak paling atas. Tapi semua itu tergantung dengan layer dibawahnya yaitu Customer. Menaikan Sales dan membuat customer loyal adalah salah satu syarat untuk mendapatkan atau mempertahankan tingkat pendapatan. Dan layer customer sangat tergantung dengan product atau jasa yang dihasilkan. Layer Business process adalah proses dimana kita membangun sistem produksi/jasa yang diinginkan. Tetapi jangan lupa untuk itu kita perlu belajar dan terus belajar!. Itulah mengapa layer Learning and Growth diletakan dipaling dasar.

So, How Can You Achieve Success without Good Strategy?

Iklan

Satu respons untuk “Pristobenk Talk About Human Capital Management System (3) ( Change Management)

    […] … dan ini salah satu contoh peta strategi di perusahaan IT yang menerapkan BSC… […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.