Bulan: Maret 2010

Pizza Delivery Order System

Posted on Updated on


Ini cerita siapa yang buat pertama kali sebenarnya saya tidak tahu. Cuma saya terkesan dengan ceritanya, karena memang kemajuan teknologi telah mengarah tersebut. Istilah kerennya “Distributed Application”, semua aplikasi dapat saling berkomunikasi walaupun dibuat diatas platform yang berbeda dan dengan bahasa yang berbeda. Web Service telah menjadi fitur wajib yang memungkinkan semua dapat dilakukan.

Pada tahun 2050, diperkirakan teknologi di Indonesia sudah sangat canggih. Sistem informasi manajemen telah mengatur kehidupan manusia, dan semuanya telah terpusat pada satu database yang sangat canggih. Hampir semua perusahaan baik yang besar, sedang maupun kecil telah mengimplementasikan sistem database online di perusahaannya. Berikut adalah rekaman percakapan antara operator restoran cepat saji asal Italia dengan konsumennya.

Operator: Terima kasih anda telah menghubungi Pitzzamput, ada yang bisa kami bantu?

Konsumen : Heloo, saya mau pesan pizza.

Operator : Boleh minta nomor kartu KTP anda pak?

Konsumen : Tunggu, ini nih: 6102049998-45- 54610.

Operator
: Ok pak Bejo, anda tinggal di jalan hangtuah no. 16, nomor telepon rumah anda 02177726378, kantor anda 021665872673 Hp anda 081127894022, anda menelpon dari mana?

Konsumen : Dari rumah, eh dari mana kamu tahu semua no telp saya?

Operator : Oh, kami terhubung ke database pusat pak.

Konsumen : Apakah saya bisa memesan Seafood Pizza?

Operator : Itu bukan ide yang bagus pak.

Konsumen : Kenapa?

Operator : Dari medical record bapak, bapak memiliki tekanan darah tinggi dan kolestrol yang sudah berlebihan.

Konsumen : Jadi kamu merekomendasikan apa?

Operator : Mungkin bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.

Konsumen : Dari mana kamu tahu kalo saya bakal suka itu?

Operator : Hmmm minggu lalu bapak baru meminjam buku yang berjudul “Popular Hokkien Dishes” dari perpustakaan nasional.

Konsumen : Ok terserah lah, sekalian saya pesan paket keluarga, berapa semuanya ?

Operator : Tapi paket keluarga kami tidak akan cukup untuk anak anda yang berjumlah 7 orang pak, total keseluruhan adalah Rp. 190.000.

Konsumen : Bisa saya bayar dengan Kartu Kredit?

Operator : Sepertinya bapak harus membayar Cash, kartu kredit anda telah over limit, dan anda punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000 sejak bulan Agustus lalu, itu belum termasuk denda untuk tunggakan kontrak rumah anda dan
kendaraan bermotor.

Konsumen : Ooh ya sudah, nanti saya ke ATM aja untuk narik duit sebelum orang mu datang nganter Pizza.

Operator : Mungkin nggak bisa juga pak, record anda menunjukkan bahwa batas anda menarik uang di ATM telah tercapai.

Konsumen : Busyet…. udah lah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash disini, berapa lama Pizza diantar?

Operator : Sekitar 45 menit pak, tapi kalo bapak tdk bisa menunggu, bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek bapak yang sudah butut.

Konsumen : APA ????

Operator : Menurut catatan kami, anda memiliki motor bebek tahun 2000 dengan no pol B3344CD betul kan pak?

Konsumen : Sialan luh, ** SENSOR **, kagak sopan banget seh buka-buka record gue, blom pernah ngerasain di tonjok ya!!

Operator : Hati-hati dengan ucapan bapak, apakah bapak ingat 15 Mei 2010 anda pernah di penjara 3 bulan karena mengucapkan kata kotor kepada seorang polisi??

Konsumen : (Diamm, bingung, pusing 700 keliling)

Operator: Ada yang lain pak?

Konsumen : Tidak ada, eh tapi kalo pesan paket keluarga kan ada gratis coca cola 3 cup kan?

Operator : Betul pak, tapi menurut catatan kami anda juga mengidap DIABETES, jadi kami tidak mau mengambil resiko pak.

Konsumen : Siallaaannnnn. BATALIN AJA SEMUA !!

Operator : Terima kasih atas teleponnya pak, untuk kompalain, saran dan kritik anda bisa mengisi form online pada situs kami, username dan passwordnya tercetak pada bagian bawah kotak pizza yang anda pesan, terima kasih anda
telah mengubungi Pitzzamput.

Inilah cerita sebenarnya tentang software development…

Posted on

Aku gak ngerti kok bisa berfikiran seperti dibawah ini,awalnya ketika bergabung ke sebuah milis tentang management proyek IT, cerita banyaknya tantangan yang mereka hadapi dilapangan, keluh kesah mereka selama proyek . Hampir semuanya pernah saya hadapi.

Akhirnya aku merasa bahwa bisnis software development sendiri masih sebuah misteri tersendiri, banyak yang sukses tetapi saya yakin lebih banyak lagi yang tidak sukses.

1. Software development seperti proses pemanggilan arwah
Dibandingkan dengan project lainnya seperti proyek sipil misalnya, proyek IT adalah proyek ilmu gaib. Kita harus memindahkan isi kepala seorang akuntan ke program kita. Pengalaman mereka yang bertahun-tahun harus kita rumuskan, kita koding tidak boleh dari 3 bulan. Tugas kita adalah membuat benda mati yang bernama computer harus hidup dan pintar (kadang harus lebih pintar dari seorang akuntan tersebut). Masih mending proyek sipil, seumpama kita membangun jembatan, semua orang dapat melihat bentuk jembatan tadi . Kalo ada kesalahan semua bisa membantu memberitahu.

2. Bisnis software itu seperti orang yang kecanduan togel.
4 dari 10 orang terkaya didunia adalah bisnis di dunia IT yaitu pemilik Microsoft,Oracle,Dell. Belum lagi kisah keberhasilan google,facebook, tweeter ,yahoo, Amazon,eBay yang membuat pendirinya menjadi milyuner-milyuner baru . Atau perusahaan-perusahaan IT di India yang berhasil menyumbang pendapatan negaranya secara cukup significant. Tidak dipungkiri hal tersebut menjadi magnet atau perhatian semua orang untuk menekuninya, atau paling tidak mencoba berkarir dibidang IT.
Bisnis IT memang menyediakan mimpi-mimpi indah,tetapi banyak orang-orang yang tidak dapat membedakan dengan kenyataan aslinya. Bisnis IT adalah bisnis nilai tambah alias bisnis jasa.Perlu kreatiitas tinggi dan kemampuan membaca peluang usaha. Untuk software development sendiri sudah sanngat-sangat-sangat (3x) berubah!! Kita tidak bisa lagi mengandalkan membuat software terus bilang ini “ini aku mau jual software xxx harganya segini”. Mengapa? Keahlian membuat software bukan barang langka lagi sekarang. Anak-anak smp atau sma saya lihat sudah banyak yang mahir menulis kode. Free software banyak, open source juga banyak
Jadi bagaimana mengatasinya? Salah satunya jadilah “Pemanggil arwah yang bagus”, ini yang membedakan dengan para penulis kode. Mereka yang jago menulis kode belum tentu jago membuat program. Alias jago membuat kode tidak sama dengan membuat program. Atau sama saja yang jago main gitar belum tentu jago membuat lagu.
Satu lagi! kesuksesan Google,Amazon,eBay,Facebook bukan karena menjual software seperti yang dilakukan oleh Microsoft,Oracle,Sun atau Borland. Mereka sukses karena mampu menggaet user dalam jumlah yang besar, menjadi framework berkomunikasi atau beraktifitas.Ini yang saya maksud pergeseran nilai di bisnis ini. Maka jika anda tidak dapat mengikuti perkembangan ini maka kemungkinan anda termasuk orang-orang yang seperti kecanduan togel. Mengapa?kalo kita lihat apa sih alasan orang-orang membeli togel? Untung?nanti dulu, saya yakin mereka banyak ruginya. Tetapi mengapa mereka membeli terus? Sebernarnya yang mereka beli itu adalah “harapan” alias “mimpi”.

3. Bisnis software seperti bermain sinetron
Saya tidak tahu apakah terjadi juga di Negara-negara maju. Tetapi dalam “proses pemanggilan arwah” tadi kita harus ikut juga berperan juga. Sebenarnya hal ini termasuk hal yang saya sukai karena saya bisa menjadi bermacam-maca profesi yang ada. Masuk ke dalam dunia mereka dengan segala permasalahan yang mereka hadapi. Kadang harus berperan seperti seorang akuntan, sales,produksi atau seorang CEO.

4. Bisnis software seperti jualan obat.
Kita harus bisa berkoar-koar kalo software yang kita buat adalah yang terhebat dan dapat menyelesaikan semua masalah.

5. Bisnis software seperti bisnis prostitusi
Banyak cara atau methode yang berkembang di software development. Dari desain arsitektur seperti jaman jadul dulu kita mengenal yang namanya waterfall,kemudian berkembang menjadi Rational Unified, Agile dan Extreme programming. Kemudian ada Object Oriented Programming, Aspect Oriented Programming, MVC. Bermacam-macam ORM dan framework bermunculan tetapi sebenarnya intinya cuma satu yaitu membuat pelanggan puas. Oke..puaaaaaasssssssss sekarang!!!

ERP vs. Talent Management

Posted on Updated on

Penggambaran paling cocok untuk menggambarkan perbedaan antara  software ERP dan Talent Management  adalah seperti  mesin dan manusia. ERP memfokuskan ke bisnis proses yang terjadi disuatu organisasi, sedangkan Talent Management  adalah untuk me-manage orang-orang yang ada dibelakang system tersebut.

ERP adalah kependekan dari Enterprise Resources Planning. Software ERP banyak digunakan di perusahaan Manufacture, yang menangani dari Supply Chain, Produksi,CRM sampai ujungnya ke Akunting. SAP adalah salah satu software ERP yang banyak digunakan oleh banyak perusahaan besar.Sedangkan  Talent Management software digunakan dari Recruitment, Performance Appraisal, Succession Plan, Compensation Benefit hingga Learning and Development. Talent Management bertugas mendapatkan talenta-talenta terbaik, memaksimalkan dan mempertahankannya.

Ada fenomena menarik di bisnis Talent Management ini dibandingkan bisnis ERP yang mulai dihinggapi rasa jenuh. Hampir semua Talent Management  System dilakukan secara online  atau istilah kerennya SaaS (software as Service). Banyak keuntungannya model bisnis seperti ini dibandingkan dengan model bisnis lama.

Tabel berikut ini mungkin bisa menggambarkan perbedaan antara Talent Management dengan ERP,

ERP Talent Management
Memerlukan waktu bertahun tahun Hitungan minggu untuk proses implementasi
Membutuhkan Hardware,Infrastrukture,IT Cost,License fee,maintenance fee,upgrade fee Biaya langganan (subscription fee)
Kustomisasi yang besar (Major Customization) Proses konfigurasi lebih simpel
Proses implementi banyak mengalami kendala dan kegagalan Hampir 100% sukses

Talent Management Software di Indonesia?

Berikut ini adalah pemain-pamain Talent Management yang terkemuka di dunia yaitu Taleo,Kenexa,Successfactors,SumTotalSystem,CornerStones. Saya sendiri belum tahu apakah  masing-masing vendor punya client  di Indonesia, mengingat biaya langganannya sangat mahal. Mereka tidak menjual software-software seperti yang dilakukan selama ini. Mereka memasang tarif per-employee/year. Saya pernah googling biaya langganannya termurah $168/year/employee, Coba hitung sendiri jika suatu perusahaan dengan karyawan 3000, berapa biaya tahunan yang harus dikeluarkan.

Sebenarnya Talent Management sangat bermanfaat untuk semuanya organisasi, baik profit maupun non profit. Saya teringat dengan kalimat di sebuah majalah, yang lupa dimajalah apa. “Ketika anda mampu membeli mesin yang sangat canggih, saya yakin kompetitor anda juga akan mampu membelinya. Di era sekarang karyawan yang unggul adalah factor penentu untuk memenangkan persaingan”. Jadi Talent Management itu sangat penting sekali.

Saya jadi membayangkan juga suatu saat punya software Talent Management untuk pemerintah kita. Bisa mengoptimalkan para abdi negara yang ada dan  memperlancar pembangunan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Membantu membantu Indonesia yang lebih baik melalui software, hmmm..mungkin saja suatu saat.

Pristobenk Talk About Human Capital Management System (3) ( Change Management)

Posted on

Cerita Tentang Management Perubahan
Semua pasti mengetahui Boeing. Perusahaan pembuat pesawat terbang asal Amerika. Tetapi tahukah anda bahwa Boeing pernah beralih ke industri furniture and speedboats pada tahun 1919-1920. Semua itu terjadi karena Boeing mengalami kegagalan dalam membuat pesawat untuk Angkatan Laut Amerika (Navy US) dan akibatnya mengalami kerugian $300.000 dan kalah dengan pesaingnya McDonnel Douglass.

Tetapi itu semua tidak membuat patah semangat Boeing dan tetap memproduksi pesawat-pesawat berbadan besar. Boeing melihat peluang masa depan dan terus fokus. Strategi ini yang membedakannya dengan pesaingnya McDonnell Douglass. Akhirnya karena kesalahan strategy ,McDonnel Douglass mengalami kerugian dan diakusisi oleh Boeing.

Cerita lain yang menyakitkan adalah cerita negara kita tercinta dengan negara-negara tetangga. Tahun 1960-an mungkin kita bisa menepuk dada jika berhadapan dengan negara tetangga kita Malaysia dan Singapura. Tetapi sekarang lihatlah. Pertamina tidak ada apa-apanya dengan Petronas. Industri Telekomunikasi kita dikuasi oleh Singapura. Industri Pertanian kita kalah dengan Thailand. Kita mempunyai lautan luas tetapi tidak mempunyai kuasa disemuanya. Sumber daya manusia kita termasuk rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Kita hanya bisa mengirimkan tenaga kerja-tenaga kerja informal ke malaysia.

Sebab kegagalan Strategi
Visi dan Misi yang bagus, strategi yang bagus belum menjamin kesuksesan karena memerlukan proses eksekusi yang bagus pula. Ada suatu penelitian yang dilakukan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton bahwa hanya 10% dari perusahaan yang ada di Amerika yang mengeksekusi strategi dengan baik. Dari penelitian tersebut ditemukan pula bahwa ada 4 hal yang dapat menghambat eksekusi strategi yaitu : hambatan pada visi, hambatan pada pelaku, hambatan pada manajemen dan hambatan pada sumber daya.

Hambatan pada Visi
Hambatan pada visi bisa berasal dari visi itu sendiri yang tidak jelas atau kurangnya sosialiasi visi ke semua elemen organisasi. Tidak ada artinya visi dan misi yang bagus tetapi tidak diketahui semua pihak.

Hambatan pada pelaku
Seluruh karyawan dalam perusahaan adalah pelaku atau yang menjalankan visi dan misi tadi. Artinya karyawan mempunyai nilai penting sukses tidaknya suatu organisasi yang akan dijalankan.

Hambatan pada manajemen
Salah satu penemuan lain dari penelitian Robert S. Kaplan dan David P. Norton adalah bahwa 85% pihak managemen menghabiskan kurang 1 jam untuk membahas strategi setiap bulannya. Kebanyakkan mereka membahas output bukan membahas proses yang yang menghasilkan output itu sendiri.

Hambatan pada Sumber Daya
Salah satu fakta lagi yang menyebabkan kegagalan proses eksekusi strategi adalah 60% organisasi tidak mengaitkan anggaran dengan strategy. Padahal kita semua mengetahui untuk mengeksekusi strategy yang telah ditetapkan kita membutuhkan dana.

Mengenal Balanced Scorecard
Kita memerlukan tool untuk mengeksekusi visi dan misi kita menjadi sesuatu yang actionable. Balanced Scorecard (BSC) adalah salah satu tool management yang dapat menerjemahkan visi dan strategi kedalam aksi dengan memanfaatkan sekumpulan indicator financial dan non financial yang kesemuanya terjalian dalam hubungan sebab dan akibat.

BSC sendiri pertama kali muncul pada tahun 1992 pada majalah Harvard Businnes Review edisi januari-febuari dan di revisi lagi pada tahun 1996 dengan memunculkan satu tool lagi yaitu Strategy Map.

BSC generasi kedua memiliki perbedaan dengan BSC generasi pertama. Terdapat 3 perubahan yaitu pada fokus, tujuan dan bidang penerapan.Mengenai fokus, BSC genersi pertama berfokus pada pengukuran kinerja, sedangkan pada generasi kedua berfokus pada management. Tujuan BSC generasi pertama bertujuan mengendalikan pelaksanaan strategi, sedangkan BSC generasi kedua menekankan komunikasi strategi. Dibidang penerapan BSC generasi pertama ditujukan untuk sektor swasta, di generasi kedua mencangkup sektor publik juga.


my strategic map

Gambar diatas adalah contoh strategy map. Semua tujuan organisasi bisnis adalah mendapatkan keuntungan (big incomes) yang terletak paling atas. Tapi semua itu tergantung dengan layer dibawahnya yaitu Customer. Menaikan Sales dan membuat customer loyal adalah salah satu syarat untuk mendapatkan atau mempertahankan tingkat pendapatan. Dan layer customer sangat tergantung dengan product atau jasa yang dihasilkan. Layer Business process adalah proses dimana kita membangun sistem produksi/jasa yang diinginkan. Tetapi jangan lupa untuk itu kita perlu belajar dan terus belajar!. Itulah mengapa layer Learning and Growth diletakan dipaling dasar.

So, How Can You Achieve Success without Good Strategy?