Bulan: Mei 2009

Principles behind the Agile Manifesto

Posted on

jika Anda hanya punya Tim kecil untuk mengembangkan aplikasi, pirnsip-prinsip yang dikembangkan oleh Martin Fowler,Ken Back dan rekan-rekannya di   Agile Manifesto akan sangat mambantu

We follow these principles:

Our highest priority is to satisfy the customer
through early and continuous delivery
of valuable software.

Welcome changing requirements, even late in
development. Agile processes harness change for
the customer’s competitive advantage.

Deliver working software frequently, from a
couple of weeks to a couple of months, with a
preference to the shorter timescale.

Business people and developers must work
together daily throughout the project.

Build projects around motivated individuals.
Give them the environment and support they need,
and trust them to get the job done.

The most efficient and effective method of
conveying information to and within a development
team is face-to-face conversation.

Working software is the primary measure of progress.

Agile processes promote sustainable development.
The sponsors, developers, and users should be able
to maintain a constant pace indefinitely.

Continuous attention to technical excellence
and good design enhances agility.

Simplicity–the art of maximizing the amount
of work not done–is essential.

The best architectures, requirements, and designs
emerge from self-organizing teams.

At regular intervals, the team reflects on how
to become more effective, then tunes and adjusts
its behavior accordingly.

Sumber: :http://agilemanifesto.org/principles.html

Iklan

Hukum Petani

Posted on

petaniTidak semua apa yang direncanakan akan terwujud seketika. Terkadang harus melawati jalan yang berliku penuh dengan rintangan. Seperti sedang mengejar suatu project misalnya . Kita mencoba menawarkan produk ke calon customer, presentasi ke sana-sini, bersaing dengan competitor dan ketika project sudah ditangan bukan berarti masalah selesai. Terkadang muncul gangguan dari kanan-kiri, dan terkadang juga hasil yang peroleh tidak sesuai dengan harapan kita. Itu semua adalah realita atau cerita sesungguhnya dalam kita bekerja.

Apa yang dilakukan sebenarnya sama dengan proses bercocok tanam yang telah dilakukan oleh para petani. Untuk memanen padi, mereka menunggu paling tidak 3 bulan. Banyak proses yang dilalui supaya hasil panennya maksimal. Sebelum menyemai bibit mereka harus mencangkul/membajak sawah.Ini artinya kita membutuhkan persiapan dan modal untuk melakukan suatu pekerjaan.Semua harus dipersiapkan sebaik mungkin.

Setelah bibit disemai, mereka harus merawatnya dengan cara memberi pupuk. Proses pemberian pupuk ini sama saja kita harus menjalin hubungan yang baik dengan customer.Kemudian harus menyingkirkan hama-hama yang ada agar tidak mengganggu tanaman yang ada. Ini sama saja dengan supaya kita mampu menghadapi rintangan-rintangan atau gangguan yang berpotensi menghalangi pekerjaan kita.

Mengalami kerugian!ini adalah realita yang harus dihadapi. Setelah proses panjang yang melelahkan tidak semua berakhir dengan manis. Hasil panen tidak maksimal atau malahan gagal panen. Ini artinya apapun hasil dari proses yang dilalui kita harus siap dengan segala resiko dan hasil akhirnya.

Ini 6 hukum petani yang dapat kita pelajari agar kita menjadi pribadi yang tangguh tidak mudah menyerah.

#1 Apa yang kita semai, Apa yang akan kita petik.
Jangan harap memanen jagung kalo yang kita semai adalah biji semangka. Maka selalu berbuat baiklah dengan sesama jika kita ingin hal-hal yang baik yang akan kita petik.

#2 Setelah menanam benih, Kita harus merawatnya.
Ini artinya ada PROSES atau semuanya butuh waktu dan tentu saja butuh usaha.

#3 Proses tidak bisa instant. Perlu waktu
Ini disebut juga delayed gratification. Para petani tahu mereka harus bekerja keras agar menikmati hasil yang maksimal.

#4. Ada cara yang benar dan ada cara yang salah untuk melakukannya.
Kebanyakan para petani melakukan metode bercocok tanam berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari orang tua mereka. Bagaimana meraka bercocok tanam, memlih bibit dan lain sebagainya adalah cara terbaik yang telah dibuktikan kebenaranya oleh para orang tua mereka. Ini artinya kita harus selalu belajar dari keberhasilan orang lain.

#5 Waktunya Panen (tapi tidak selalu!)
Mungkin kita telah melakukan langkah 1 sampai 4 dengan baik dan siap menikmati panen. Tetapi terkadang kenyataannya berbeda. Mengapa? Mungkin karena perubahan cuaca atau terkena sehingga menggagalkan waktu panen

#6 Kurangi Kerugian
Ini saatnya membuat keputusan, mencabut semua tanaman yang berpenyakit lebih menguntungkan jika biaya pemeliharaan terlalu besar. Karena melanjutkan merawat bibit yang telah rusak sama saja dengan kesia-sian. Jangan harap mendapatkan hasil maksimal dari bibit yang telah rusak.