Bersyukurlah jadi Programmer di Indonesia

Posted on Updated on

Waktu kecil saya pernah mempunyai cita-cita menjadi seorang pegawai negeri. tetapi alhamdullikah tidak diterima he..he. Akhirnya,mungkin karena nasib atau suratan takdir akhirnya harus jadi tukang koding. Tetapi saya tetap merasa bahwa saya adalah orang-orang yang tersesat kejalan yang benar.:)

Jadi programmer semakin sempit ruang gerak saya untuk berbuat korupsi(baca:bukan berarti tidak punya niatan korupsi he..he..).tetapi apa yang harus dikorupsi? Korupsi kode? akan makin baik karena program kita semakin kecil. Korupsi waktu? Bisa saja tetapi hukuman akan langsung dijatuhkan yaitu beban akan berlipat-lipat. Ditengah korupsi yang semakin meraja lela di negeri ini,semoga para programmer indonesia tidak termasuk didalamnya. Maka bersyukurlah!!

Lihat kondisi negeri kita tercinta,BBM naik,Listrik naik,LPG naik,Harga beras naik,semua naik. Apakah gaji2 juga pada naik? Mungkin sebagian ya ,tetapi saya yakin tidak sebanding dengan inflasi yang ada. Tetapi bersyukurlah!! Kita termasuk orang yang tidak begitu pusing dengan semuanya karena kita sudah terbiasa pusing dengan pekerjaan kita.

Ketika orang-orang di PHK,dan jadi pengangguran. Mereka bingung harus cari kerja apa. Wirausaha ? kalau punya modal sih enggak masalah? Tetapi bersyukurlah!! Karena kita termasuk orang-orang yang cukup bermodal dengkul untuk mencari uang..

Kita bisa bermimpi suatu saat dapat uang banyak tanpa harus beli togel. Karena mungkin saja besok atau lusa kita dapat project yang bisa buat makan 1 tahun. Atau

Software yang kita bangun besok akan laku atau dibeli orang lain dengan harga yang tinggi. Atau kita sedang bermimpi untuk membangun aplikasi sekelas SAP yang harga bisa mencapai 10 digit. Atau mimpi apa saja,terserahlah anda.

Iklan

4 respons untuk ‘Bersyukurlah jadi Programmer di Indonesia

    panji said:
    Maret 18, 2008 pukul 1:01 pm

    hehehe betul skali bro..hidup programmer!!!
    btw klo menurut saya bukan bermodal dengkul tapi bermodal jari tangan buat mencet tuts keyboard,unless dengkulnya cukup bwt mencet tombol hehehe

    mardhy said:
    Januari 7, 2009 pukul 8:39 am

    modalnya jempol kaki juga. kan biasanya kalo programmer nguripin cpu sambil jalan, tinggal di tunyul sama jempol kaki
    hehe

    istii said:
    Maret 17, 2009 pukul 7:31 pm

    maap mas.
    mao tanya.
    kalo bisa dijawab cepet.
    beso mungkin. 😛
    pengen ikut lomba KTI tentang TI nih.

    nasip programmer di indonesia tu kea gimana sih?!
    uda sejahtera apa blon?!
    uda gitu, gaji-y berapaan?!
    ada gag yg uda tajir beud.
    deket” bill gates lah.
    heu. 😛
    makasi sebelun-y. 🙂

    pristobenk responded:
    Maret 18, 2009 pukul 5:11 am

    hmmm….(mikir dulu)
    aku kurang tau..itu tergantung nasib juga sih…

    cuma gak rugi belajar programming, apapun profesinya pasti sangat mendukung..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.